Pada 14 Desember 2017, saya berkesempatan menjadi pembicara dalam Seminar dan Majlis MOA antara Universiti Sains Malaysia (USM) dan UIN Sumatera Utara Medan, yang diselenggarakan di Pusat Pengajian Ilmu Kemanusiaan (School of Humanities) USM, Pulau Pinang.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat kunjungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UINSU. Pihak USM, melalui Pemangku Dekan Profesor Madya Dr. Salasiah Che Lah, menyambut rombongan kami pada 14 dan 15 Desember 2017 dengan harapan terjalinnya kerja sama yang lebih erat di bidang akademik, penyelidikan, penganjuran seminar, dan pertukaran pelajar.

Seminar menghadirkan empat pembicara: dua dari USM dan dua dari UINSU. Dari UINSU, saya tampil bersama Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag. Saat itu saya masih berstatus mahasiswa Pascasarjana S2 Pendidikan Agama Islam, dan dipercaya mewakili universitas untuk mempresentasikan hasil penelitian. Bagi saya, kepercayaan ini merupakan pengalaman akademik yang berharga, sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama institusi di forum internasional.
Rombongan UINSU terdiri dari 46 peserta, yakni pimpinan fakultas, Ketua Program Studi PAI Pascasarjana, dan mahasiswa S2 PAI dan MPI. Kegiatan ini membuka ruang diskusi ilmiah lintas negara sekaligus mempererat hubungan antarinstitusi.
Bersama Sesama Akademisi
Dalam perjalanan ini, saya juga ditemani seseorang yang kini menjadi istri saya, Dr. Rizki Akmalia, M.Pd. Saat itu kami belum menikah. Kini kami sama-sama berkiprah di dunia akademik, dan kegiatan di USM ini menjadi salah satu kenangan awal perjalanan kami di bidang tersebut.
Dokumentasi tambahan. Geser ke kanan