Mendeley: Panduan Lengkap untuk Dosen dan Peneliti (dari Nol sampai Sitasi Otomatis)

Photo of author
Reza Noprial Lubis

Saya masih ingat waktu pertama kali diminta menyusun daftar pustaka untuk naskah jurnal: manual, satu per satu, format APA yang bolak-balik salah titik koma.

Itu sebelum saya kenal Mendeley.

Sekarang, setelah bertahun-tahun memakainya, saya sadar satu hal: hampir semua masalah sitasi yang dikeluhkan mahasiswa dan kolega saya sebenarnya sudah selesai kalau mereka tahu cara pakai Mendeley dengan benar sejak awal.

Masalahnya, informasi tentang Mendeley di internet itu berserakan. Satu artikel bahas cara daftar, artikel lain bahas troubleshooting, tapi tidak ada yang menyambungkan semuanya jadi satu alur yang runtut.

Jadi di halaman ini saya kumpulkan semuanya. Dari apa itu Mendeley, cara membuat akun, memilih antara Mendeley Cite atau Desktop, sampai apa yang harus dilakukan kalau Anda lupa password atau ingin menghapus akun.

Anggap ini peta jalan. Simpan halaman ini, dan kembali kapan pun Anda butuh.

Apa Itu Mendeley, Sebenarnya?

Mendeley adalah aplikasi manajemen referensi sekaligus jejaring akademik yang memudahkan Anda menyimpan, mengelola, dan mengutip sumber ilmiah, tanpa harus mengetik ulang daftar pustaka secara manual.

Bayangkan begini: setiap kali Anda menemukan jurnal yang relevan, Anda tinggal simpan filenya ke Mendeley. Saat menulis naskah di Microsoft Word, Anda tinggal klik dua kali, sitasi dan daftar pustaka otomatis muncul dengan format yang Anda pilih: APA, IEEE, Chicago, atau ratusan gaya sitasi lainnya.

Bagi saya pribadi, ini bukan sekadar alat bantu teknis. Ini yang membuat saya bisa fokus ke substansi tulisan, bukan pusing memformat titik dan koma di daftar pustaka.

Mendeley punya dua “wajah” utama yang perlu Anda kenal sejak awal:

  • Mendeley Reference Manager: pusat penyimpanan semua referensi Anda, berbasis cloud, bisa diakses dari browser maupun aplikasi desktop.
  • Mendeley Cite: plugin ringan di Microsoft Word yang menarik referensi dari Reference Manager Anda langsung ke naskah yang sedang ditulis.

Dua istilah ini sering bikin bingung pemula, dan wajar karena dulu ada juga “Mendeley Desktop” (versi lama) yang fungsinya tumpang tindih. Saya akan jelaskan perbedaannya lebih detail di bagian tersendiri nanti.

Tapi sebelum sampai ke sana, ada satu langkah yang tidak bisa dilewati siapa pun: membuat akun.

Langkah Pertama: Membuat Akun Mendeley

Semua fitur Mendeley seperti penyimpanan referensi, sinkronisasi antar-perangkat, sitasi otomatis di Word, hanya bisa dipakai setelah Anda punya akun. Dan kabar baiknya, ini gratis.

Prosesnya sendiri tidak rumit: kunjungi mendeley.com, pilih Create Account, isi data diri, lalu verifikasi lewat email. Saya sudah tulis langkah-langkahnya secara rinci, lengkap dengan screenshot tiap tahap, di artikel berikut:

👉 Membuat Akun Mendeley – ikuti panduan ini kalau Anda belum punya akun sama sekali.

Setelah akun Anda aktif, jangan buru-buru menutup tab browser. Karena akun saja belum cukup. Anda masih perlu memasang aplikasinya di laptop atau menambahkan plugin di Word supaya Mendeley benar-benar bisa bekerja untuk Anda.

Dan di sinilah banyak pemula mulai salah langkah: bingung mau install yang mana.

Instalasi: Mendeley Reference Manager di Laptop Anda

[GAP ARTIKEL — bagian ini sengaja saya buat ringkas. Ini kandidat kuat untuk artikel anak baru: “Cara Install Mendeley Reference Manager di Laptop/PC”.]

Setelah akun aktif, langkah berikutnya adalah memasang Mendeley Reference Manager. Anda punya dua opsi:

  1. Versi web: langsung pakai lewat browser, tanpa instalasi apa pun. Cocok kalau laptop Anda terbatas ruang penyimpanannya atau Anda hanya perlu akses cepat dari komputer kampus.
  2. Versi desktop: unduh aplikasinya dari mendeley.com/download-reference-manager, install seperti aplikasi biasa. Ini yang saya rekomendasikan untuk pemakaian harian, karena lebih stabil saat menangani ratusan referensi dan file PDF berukuran besar.

Setelah terpasang, Anda tinggal login dengan akun yang sudah dibuat tadi, dan semua referensi Anda otomatis tersinkron.

Sampai titik ini Anda sudah punya akun dan aplikasinya sudah terpasang. Tapi ada satu keputusan lagi yang sering bikin pemula ragu: pakai Mendeley Cite atau Mendeley Desktop untuk menyisipkan sitasi di naskah? Jawabannya tidak sesederhana “pilih salah satu”, tergantung kebutuhan Anda.

Mendeley Cite vs Mendeley Desktop: Mana yang Harus Anda Pakai?

Ini pertanyaan yang paling sering saya dapat dari mahasiswa bimbingan dan peserta pelatihan publikasi ilmiah saya.

Singkatnya: Mendeley Cite adalah plugin generasi baru yang lebih ringan dan langsung terintegrasi di ribbon Microsoft Word, sementara Mendeley Desktop adalah aplikasi versi lama dengan antarmuka lebih kompleks, dan cocok untuk pengelolaan grup dan kolaborasi referensi dengan tim.

Saya sudah bandingkan keduanya poin demi poin dari kecepatan, kompatibilitas Word, sampai fitur kolaborasi di artikel ini:

👉 6 Perbedaan Mendeley Cite dan Mendeley Desktop – baca ini sebelum Anda memutuskan mana yang dipasang di laptop kampus atau pribadi Anda.

Setelah tahu tools mana yang Anda pakai, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana caranya supaya referensi yang Anda kumpulkan bertahun-tahun ini tidak berantakan dan tetap sama persis baik dibuka dari laptop kampus maupun laptop rumah?

Mengelola dan Menyinkronkan Referensi Anda

[GAP ARTIKEL — kandidat artikel anak: “Cara Sinkronisasi dan Mengelola Folder Referensi di Mendeley”.]

Reference Manager adalah tempat semua data sitasi Anda tersimpan. Setiap referensi bisa Anda kelompokkan ke dalam folder. Misalnya “Disertasi”, “Jurnal Pendidikan Islam”, atau “Bahan Ajar” supaya saat menulis naskah, Anda tinggal cari di folder yang relevan, bukan menggulir ratusan referensi tercampur.

Beberapa kebiasaan yang saya terapkan dan sangat membantu produktivitas riset saya:

  • Beri nama folder berdasarkan proyek, bukan berdasarkan tahun. Proyek riset Anda mungkin berjalan lintas tahun, tapi temanya tetap sama.
  • Manfaatkan tag dan catatan di setiap referensi. Saya biasa menulis satu-dua kalimat kenapa referensi itu relevan. Sangat membantu enam bulan kemudian saat saya lupa alasan awal menyimpannya.
  • Cek kuota penyimpanan secara berkala. Akun gratis Mendeley punya batas penyimpanan file PDF; kalau penuh, referensi tetap tersimpan tapi filenya tidak.

Karena semuanya berbasis cloud, perubahan yang Anda buat di laptop kampus akan otomatis muncul di laptop rumah, selama koneksi internet stabil dan Anda login dengan akun yang sama.

Sistem yang rapi ini akan sangat berharga, sampai suatu hari Anda mengalami satu masalah yang hampir pasti dialami setiap pengguna lama: lupa password.

Kalau Anda Lupa Password Mendeley

Ini terjadi lebih sering dari yang Anda kira, terutama kalau akun Mendeley Anda jarang dibuka karena semester sedang tidak riset intensif.

Kabar baiknya, proses pemulihannya cepat, asal Anda masih punya akses ke email yang didaftarkan. Saya sudah susun panduan lengkap, langkah demi langkah, termasuk cara memastikan email reset password benar-benar sampai:

👉 Cara Mengatasi Lupa Password Mendeley: Panduan Lengkap untuk Pemulihan Akun

Tapi ada satu skenario lain yang berbeda dari sekadar lupa password, yaitu ketika Anda memang ingin berhenti memakai Mendeley sama sekali, entah pindah ke platform lain atau alasan privasi. Ini yang akan saya bahas terakhir.

Kapan (dan Bagaimana) Menghapus Akun Mendeley

Menghapus akun adalah keputusan permanen. Semua referensi, folder, dan riwayat sitasi Anda akan hilang dan tidak bisa dipulihkan. Karena itu, saya selalu sarankan untuk mengekspor library Anda terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses ini.

Ada beberapa alasan umum kenapa seseorang memilih menghapus akunnya: berpindah ke reference manager lain, pertimbangan privasi data, atau akun yang memang sudah tidak aktif digunakan.

Kalau Anda sudah yakin, ikuti panduan lengkapnya di sini:

👉 Menghapus Akun Mendeley

Jadi, Mulai dari Mana?

Kalau Anda baru mengenal Mendeley hari ini, urutannya sederhana: buat akun, pasang Reference Manager, tentukan mau pakai Mendeley Cite atau Desktop, lalu mulai kumpulkan referensi riset Anda sejak sekarang. Jangan tunggu sampai deadline naskah mepet.

Saya sendiri sudah bertahun-tahun mengandalkan Mendeley untuk riset dan publikasi, termasuk dalam mendampingi pengelola jurnal di seluruh Sumatera lewat APJI. Dan satu hal yang selalu saya tekankan ke setiap dosen dan mahasiswa yang saya dampingi: alat secanggih apa pun tidak akan berguna kalau Anda tidak mulai memakainya hari ini.

Ada bagian yang masih membingungkan, atau Anda mengalami error yang belum dibahas di sini? Tulis di kolom komentar. Saya baca dan balas satu per satu.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar