Tata Cara Wudhu Dalam Islam

Wudhu adalah salah satu bagian yang wajib diterapkan umat muslim ketika hendak melaksanakan suatu ibadah. Banyak ditemui tentang tata cara wudhu dari berbagai buku.

Hal itu menjadi alasan betapa pentingnya membahas persoalan ini.

Misalnya dalam hal ibadah shalat, seseorang diwajibkan untuk membersihkan diri terlebih dahulu dengan berwudhu atau tayamum.

Hal ini dimaksudkan untuk membersihkan diri seorang muslim ketika ia hendak menghadap Allah SWT.

Berikut ini akan dijelaskan tentang tata cara wudhu dalam Islam.

Niat

Niat merupakan bagian pangkal dari segala bentuk perbuatan.

Sebuah potongan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, berbunyi:

Sesungguhnya, segala perbuatan itu bergantung pada niatnya.

HR. Bukhari, Muslim.

Maksud dari hadis ini terlihat cukup jelas. Dimana, segala perbuatan itu bergantung pada niatnya.

Baik atau buruk niat seseorang, tentu akan bergantung pada kualitas suatu ibadah yang dikerjakannya.

Bila seseorang ingin terlihat Riya dalam beribadah (dalam niatnya), maka sesungguhnya kualitas perbuatan ibadah yang dilakukannya akan diragukan. Bahkan, kegiatan yang diterapkan dengan niat tidak baik seperti ini akan terjerumus dalam lembah dosa.

Sebaliknya, bila seseorang berniat tulus atas dasar ibadah kepada Allah, maka kualitas ibadah yang dilakukannyapun turut membaik.

Hal ini cukup untuk menjadi dasar, mengapa setiap perbuatan itu sangat bergantung pada niat si pelaksananya.

Membasuh Kedua Tangan

Membasuh kedua tangan merupakan bagian dari Sunnah dalam tata cara Wudhu. Hal ini tidak termasuk dalam rukun wudhu.

Namun, bukan berarti tidak bernilai sama sekali. Membasuh kedua tangan adalah awalan yang baik dalam mengerjakan ibadah wudhu ini.

Dengan tangan yang bersih, lalu kemudian memulai rukun wudhu ini tentu akan memberikan nilai positif.

Dengan tangan yang bersih, dirasa akan memberikan semangat yang bersih pula dalam ibadah wudhu ini.

Berkumur

Sama halnya seperti membasuh kedua tangan yang dijelaskan sebelumnya, berkumur juga merupakan sunnah dalam tata cara wudhu.

Tetapi saja ini dinilai penting, sebab berkumur akan membersihkan kotoran makanan yang melekat pada permukaan mulut.

Hal ini tentu sangat mendatangkan manfaat. Karena pada dasarnya, makanan yang memiliki rasa yang masih menempel dalam mulut, akan membatalkan shalat.

Maka berkumur adalah salah satu cara untuk membersihkannya, demi menjaga shalat yang akan dilakukan nantinya.

Membasuh Permukaan Wajah

Bagian ini merupakan rukun dari cara Wudhu. Ketika ia dikatakan bagian dari rukun, maka batal wudhunya bila bagian ini ditinggalkan.

Membasuh permukaan wajah nampaknya cukup jelas. Yakni, membasuh muka dengan air yang suci lagi menyucikan, mulai dari pangkal rambut hingga dagu.

Hal ini berlaku pada seluruh permukaan wajah, hingga pada pangkal telinga kanan hingga kiri.

Basuhlah wajah hingga 3x berturut-turut. Dengan demikian, diyakini wajah akan bersih dari segala bentuk kotoran.

Dalam hadis lain disebutkan bahwa dengan membasuh wajah, maka akan menghilangkan dosa-dosa dari wajah, dosa mata, dan lain sebagainya.

Membasuh Kedua Tangan Hingga Siku

Membasuh kedua tangan hingga siku adalah bagian dari rukun wudhu.

Basuhlah kedua tangan mulai dari pangkal kuku, hingga siku. Ikuti alurnya.

Cara ini dimaksudkan agar air masuk ke bagian dalam jari, dan mengeluarkan segala kotoran dalam kuku.

Sedemikian detailnya Islam mengajarkan tentang kebersihan, maka hal ini menjadikan kuteks sebagai hal yang tidak diperbolehkan.

Kutek yang menempel di kuku, tidak akan dapat diresapi air, dan air tidak masuk dalam pori-pori kuku.

Maka hal ini termasuk pada bagian dari hal yang membatalkan wudhu.

Membasuh Rambut

Meski beberapa ulama berpandangan berbeda mengenai hal ini, namun tetap hal ini dinilai baik bagi kebersihan Muslim.

Membasuh rambut disini maksudnya adalah membasahi pangkal rambut, dan tidak perlu membasahi seluruh rambut sehingga membuat air bercucuran.

Cukup basahi bagian depan rambut saja.

Membasuh Telinga

Membasuh telinga juga merupakan rukun dari wudhu.

Terkadang, orang hanya membasahi telinga saja dan tidak membasuhnya.

Membasahi dan membasuh berbeda. Membasuh menyangkut pada aspek kebersihan telinga.

Dengan membasuh telinga, akan membersihkan kulit telinga yang terdapat kotoran menempel padanya.

Membasuh Kaki

Tentu saja kaki adalah hal yang paling sering terkena kotoran. Karena kaki adalah tempat pemopang yang langsung mengenai lantai.

Membersihkan kaki adalah langkah yang tepat untuk menjaga kebersihan diri.

Dalam wudhu, membasuh kaki dimaksudkan membersihkan kaki dari pangkal jari kaki hingga mata kaki.

Terkadang ditemui orang membersihkan kaki mereka hingga lutut. Hal ini bukanlah yang disarankan, tetapi juga tidak pantas untuk disalahkan.

Bila memungkinkan, maka basuhlah ia hingga lutut (bila kotor). Namun bila tidak, maka lakukanlah sewajarnya (yang dianjurkan) hingga mata kaki saja.

Tidak hanya bagian permukaan kaki saja, perlu juga memperhatikan bagian telapak kaki.

Terkadang ini dilupakan bagi sekian banyak orang. Maka mulai dari saat ini, perhatikan jugalah kebersihan telapak kaki saat berwudhu. Sapulah telapak kaki tidak kotor lagi.

Doa Selesai Berwudhu

Doa selesai berwudhu adalah bagian dari sunnah. Dianjutkan untuk menerapkan hal ini.

Bacalah doa setelah selesai melaksanakan rukun wudhu. Ini dimaksudkan agar menambah nilai khusuk dalam menjaga wudhu.

Adapun doa selesai berwudhu yang dimaksudkan itu antara lain sebagai berikut:

Kesimpulan

Wudhu adalah cara seorang muslim untuk membersihkan diri mereka. Walau masih banyak cara lain yang dilakukan untuk membersihkan diri seorang muslim, wudhu umum dilakukan ketika sesorang hendak melakukan ibadah kepada Allah SWT.

Wudhu bukanlah perbuatan yang sulit. Melainkan ini adalah langkah yang mudah untuk diterapkan.

Namun, tetapi saja perlu memperhatikan hal-hal yang membatalkan wudhu. Sebelum melakukan wudhu, perhatikanlah soal Syarat Wudhu. Ini akan membantu.

Demikianlah artikel tentang tata cara wudhu. Semoga dapat menambah wawasan anda sekalian.

Terimakasih telah berkunjung. Jangan sungkan untuk menanyakan sesuatu atau berikan kritik membangun terhadap artikel ini.

Tinggalkan komentar