Standar Kepala Sekolah

Kepala sekolah adalah sosok pemimpin dalam sebuah lembaga sekolah.

Standar kepala sekolah perlu diciptakan sebagai upaya dalam mencapai tujuan lembaga secara khususnya, dan tujuan pendidikan nasional secara umumnya.

Karena itu, kepala sekolah merupakan sosok inti dalam keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Program yang dibuatnya, sejatinyalah mendukung dari tujuan pendidikan itu sendiri.

Tetapi, untuk mencapai cita-cita menjadi kepala sekolah yang baik, tentu perlu mengetahui tentang standar kepala sekolah yang ada.

Untuk itu, mari kita mulai pembahasan mengenai standar kepala sekolah ini.

Secara umum, standar kepala sekolah ini dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Kualifikasi umum;
  2. Kualifikasi khusus;
  3. Kompetensi

Kita akan bahas satu per satu.

Kualifikasi Umum

Sebutan dalam bagian ini adalah “umum”.

Dari sini, tentunya akan menjelaskan tentang standar yang umum saja.

Tetapi, apa saja standar yang umum itu?

Sarana/Diploma

Ini merupakan bagian yang terbilang sangat umum.

Setiap pendidik atau tenaga kependidikan, biasanya mengerti akan persoalan ini.

Ini sangat bagus.

Kepala sekolah, harus memiliki tingkat kualifikasi pendidikan yang memadai, seperti sarjana atau diploma.

Dengan demikian, diyakini seorang kepala sekolah itu akan lebih memiliki keilmuan terhadap bidang pekerjaannya.

Disamping itu, posisinya juga akan terhormat.

Tetapi, jangan salah tanggap.

Terhormat bukan berarti memiliki kuasa penuh.

Terhormat disini maksudnya, akan memiliki pengaruh yang baik bagi para anggotanya (yang dalah hal ini adalah guru).

Dengan demikian, pendidikan yang kepala sekolahnya memenuhi standar dan dapat dihormati oleh rekan kerjanya, akan lebih mudah untuk mengontrol pekerjaan anggotanya.

Dengan demikian, dalam berkelompok, hal ini memberikan pengaruh dan diperkirakan dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Tinggalkan komentar