15 SOP PAUD: Standar Operasional Prosedur Terbaru

Lembaga PAUD merupakan lembaga tingkat paling dasar di tanah air. SOP PAUD, belakangan ini mulai banyak dicari para penyelenggara pendidik.

Apakah SOP PAUD hanya ada pada satu buah saja? Saya pikir tidak.

Setidaknya, ada 15 (Lima belas) SOP PAUD yang harus dimiliki oleh lembaga PAUD.

Masing-masing SOP PAUD tersebut, akan saya jelaskan melalui halaman ini.

Jadi, ikuti penjelasan ini hingga usai.


Apa Itu SOP

Sebuah perusahaan, tentu saja memiliki standar tertentu dalam menjalankan berbagai macam program yang dibuatnya.

Demikian halnya dengan lembaga sekolah, yang juga memiliki program yang terstruktur itu.

PAUD sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dengan layanan usia 0-6 tahun, dirasa perlu membuat semacam standar tertentu dalam operasionalnya.

Dalam Wikipedia, Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat diartikan sebagai instruksi, atau sebagai petunjuk atas suatu kegiatan.

apa-itu-wop-wikipedia

Jadi, sederhananya SOP itu semacam aturan yang diberlakukan, sebagai rujukan atau panduan dalam pelaksanaan suatu kegiatan tertentu.


15 SOP PAUD

PAUD merupakan lembaga yang juga di dalamnya membutuhkan SOP PAUD untuk keberlangsungan berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa PAUD memiliki setidaknya 15 SOP PAUD yang penting.

Mari kita simak masing-masing SOP PAUD itu.

1. SOP Penataan Alat Main

Dari istilahnya saja, mungkin bagi para penyelenggara PAUD sudah dapat memahaminya.

SOP PAUD dalam hal Penataan Alat Main diperuntukkan sebagai panduan dalam kegiatan bermain siswa.

Ini difokuskan pada penataannya. Di dalamnya, saya sudah menuliskan isian, yang mungkin dapat dijadikan sebagai referensi, lalu kemudian dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan lembaga masing-masing.

Paling tidak, dalam menyusun SOP PAUD bagian ini, membutuhkan deskripsi tentang tujuan, dan tentang bagaimana prosedur yang diterapkan.

2. SOP Penyambutan Kedatangan Siswa

Hal ini nampaknya terlihat sepele. Namun, dalam keberlangsungannya membutuhkan semacam dokumen tersendiri.

Membuat dokumen untuk bagaimana prosedur penyambutan siswa di PAUD, tentu saja memberikan efek positif bagi pelaksanaan pendidikan di suatu lembaga.

Ini menarik. Dalam pendidikan tingkat PAUD, yang notabene berusia 4-6 tahun, tentu membutuhkan penyambutan dengan pendekatan berbeda.

Misalnya seperti menyambut siswa dengan salam, menyambut siswa dengan tepuk, menyambut siswa dengan kuis, dan masin banyak lagi.

Umumnya, masing-masing lembaga tentu saja memiliki ciri tersendiri dalam hal ini. Anda dapat memodifikasinya sesuai dengan keinginan lembaga anda.

3. SOP Kegiatan Cuci Tangan

Ini merupakan hal yang sangat kecil, namun penting bagi lembaga PAUD.

Tentang bagaimana mencuci tangan yang baik, adalah pelajaran yang penting bagi lembaga PAUD.

Hampir setiap PAUD yang saya ketahui, menggunakan kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran mereka.

Kegiatan mencuci tangan, sangat menanamkan nilai positif bagi siswa.

4. SOP Sikat Gigi

SOP yang satu ini merupakan SOP tambahan. Terkadang di beberapa PAUD ada yang menyelenggarakan sikat gigi, namun ada juga yang tidak.

Itu merupakan ketentuan lembaga. Namun bila anda penyelenggara lembaga yang menjalankan program semacam ini, dapat melihat SOP sikat gigi sebagai referensi dalam melaksanakan kegiatan ini.

5. SOP Pertolongan Pertama (P3K)

SOP ini merupakan SOP yang dinilai sangat penting dalam lembaga PAUD.

Ini karena hal ini bersifat sensitif.

Pertolongan pertama, perlu diketahui bagi setiap masyarakan sekolah, terlebih lagi bagi pertolongan anak usia dini.

Terkadang, tidak bisa dipungkiri bahwa sering terjadi kecelakaan kecil pada peserta didik, yang menyebabkan luka bekas dalam diri anak didik itu.

Seperti misalnya jatuh di lantai, terjatuh di kamar mandi, yang menyebabkan luka di bagian tertentu.

Disinilah pentingnya bagian P3K ini.

6. SOP Kegiatan Makan

Makan adalah kegiatan yang umum sekali dilakukan lembaga PAUD.

Biasanya, siswa PAUD makan bersama pada jam-jam tertentu.

Dalam hal ini, membutuhkan sebuah aturan atau panduan agar keberlangsungannya dapat diterapkan secara terorganisir.

7. SOP Pijakan Sebelum Main

Permainan, adalah ciri khas dari pendidikan usia dini. Umumnya, kegiatan ini setiap hari dilakukan.

Setiap lembaga PAUD, pasti menginginkan kegiatan bermain mereka berjalan dengan baik dari awal, hingga usai.

Pada bagian ini, ada beberapa poin yang perlu diketahui sebelum memulai permainan dalam PAUD.

8. SOP Pijakan Selama Main

Ini sebenarnya berkaitan dengan SOP sebelum main. Pijakan selama bermain, akan membahas tentang poin apa saja yang menjadi perhatian saat siswa bermain.

Ini penting, demi mencapai tujuan pembelajaran dalam bermain.

9. SOP Setelah Main

Setelah bermain, tentu saja alat bermain itu sendiri tidak tersusun rapi.

Memang anda akan menyusunnya kembali. Tetapi, akan lebih baik dibuatkan semacam SOP agar sebagai panduan atau pengingat saat melangsungkan kegiatan main.

Ini berkaitan dengan SOP Sebelum main dan SOP Selama Main.

10. SOP Penataan Lingkungan Main

Saat peserta didik bermain, tentu saja lingkungan main mereka itu perlu ditata dengan baik.

Ini juga bernilai positif, demi mendatangkan minat mereka dalam bermain sambil belajar.

Oleh karena itu, hal ini dirasa perlu untuk diterapkan. Meski meyakini bahwa ini adalah hal yang lumrah dan kerap sekali diterapkan, namun akan jauh lebih efektif bila menyediakan dokumen semacam SOP.

11. SOP Pembukaan Kegiatan Harian

Kegiatan harian dalam pembelajaran PAUD terbagi menjadi tiga, yaitu pembukaan, pelaksanaan, dan penutup.

Pada pembukaan kegiatan harian, memang pada dasarnya ini sudah dituliskan atau sudah di rencanakan saat guru membuat RPPH.

Namun, tidak salah bila melengkapinya dengan dokumen SOP dan membuatnya secara tersendiri.

12. SOP Bermain Motorik Kasar

Motorik kasar adalah salah satu bagian dari aspek perkembangan PAUD.

Oleh sebab itu, bagian ini merupakan bagian yang penting untuk diperhatikan.

Mengembangkan motorik kasar, dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan semacam bermain, dan lain sebagainya.

13. SOP Toileting

Tidak dapat dipungkiri, kegiatan di toilet senantiasa perlu menjadi bahan pembelajaran yang perlu diketahui oleh para peserta didik.

Misalnya begini, siswa itu ke toilet, untuk buang air.

Tentu saja, sebagai seorang guru perlu mengajarkan kepada mereka tentang alat yang ada di toilet, bagaimana cara menggunakan toilet yang baik, dan lain sebagainya.

Untuk itu, karena hal ini merupakan bagian yang penting, tidak salah bila membuat dokumen khusus untuk panduannya.

14. SOP Pengelolaan Kegiatan Belajar

Guru memanglah harus memiliki kreatifitas yang tinggi untuk mendesain pembelajaran yang dilakukannya.

Sebenarnya banyak cara untuk mendukung ini. Seperti menerapkan media, memilih alat peraga, dan lain sebagainya.

Namun, dalam kaitan itu, perlu mempertimbangkan berbagai hal. Maka dari itu, sebagai panduan, dibuatkanlah SOP PAUD untuknya.

15. SOP Membaca Buku

Membaca buku, adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan peserta didik di sekolahnya.

Dalam kaitan lembaga PAUD, tentu berbeda dengan pendidikan jenjang yang lebih tinggi.

Ada hal yang perlu menjadi perhatian disini.

Silahkan pergunakan SOP PAUD yang ada, dan lakukan modifikasi terhadapnya demi mencapai tujuan pembelajaran di lembaga anda.

Tinggalkan komentar