Program Tahfidz SMP: Program Hafalan Untuk Santri

Program Tahfidz SMP disini maksudnya adalah sebuah kegiatan menghafal ayat-ayat Alquran dalam pendidikan tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Program ini, dibuat khusus untuk para peserta didik Muslim atau sering disebut sebagai santri.

Biasanya, kata Tahfidz adalah kata yang kerap dikenal dalam lingkup pendidikan di Pesantren.

Namun, istilah ini mulai ramai digunakan pada Madrasah. Bahkan, belakangan ini juga sangat ramai ditemui lembaga sekolah umum yang menggunakan istilah ini dalam pendidikan mereka.

Untuk program tahfidz ini, biasanya guru hanya berperan sebagai fasilitator yang akan melihat dan menilai sejauh mana hafalan siswa itu sendiri.

Apa Itu Program Tahfidz

Sebenarnya, istilah ini sudah cukup dikenal dalam pendidikan di Pesantren. Bahkan, kegiatan ini sudah sejak dulu diterapkan dalam pendidikan Pesantren.

Namun, istilah tahfidz belakangan ini sangat ramai menjadi perbincangan orang, terlebih bagi masyarakat awam.

Tahfidz sendiri, berasal dari bahasa arab, yaitu حَفَّظَ ٬ يُحَفِّظُ ٬ تَحْفِيْظًا yang berarti menghafalkan.

Secara sederhana, tahfidz dapat diartikan sebagai kegiatan menghafal Alquran. Orang yang menghafal itu, disebut sebagai Hafidz (bagi laki-laki) dan Hafidzah (bagi perempuan).

Kegiatan ini sebenarnya telah dilangsungkan sejak dulu pada pendidikan Pesantren. Namun kini, kegiatan ini mulai trending di lingkungan pendidikan yang berlatar belakang pendidikan Islam.

Kegiatan ini juga disesuaikan dengan tingkatan pendidikan tertentu. Misalnya pada tingkatan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan hingga pada Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal ini dinilai sangatlah baik, dan yang diharapkan dalam pendidikan. Dengan menerapkan program tahfidz di lembaga sekolah, ini membuat kemungkinan akan terciptanya para pemimpin yang penghafal Alquran.

Program Tahfidz di SMP

Sebenarnya kegiatan ini hampir serupa di setiap tingkatan pendidikan tertentu (SD, SMP, SMA). Hanya saja, disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa itu sendiri.

Tahfidz untuk tingkat SMP tentu saja memperhatikan berbagai hal yang menjadi perhatian.

Misalnya, walau mungkin dapat diterapkan, dalam jenjang SMP (3 tahun) dapat menghafalkan Alquran 30 juz, tetapi paling tidak mengurangi waktu kegiatan belajar umum lainnya seperti Matematika, fisika, bahasa Inggris, dan lain sebagainya.

Hal ini merupakan hal yang menjadi perhatian. Sebuah lembaga diwajibkan untuk mengikuti Kurikulum Nasional yang ditetapkan pemerintah, walau diberikan wewenang untuk menambah kurikulum lokal dalam kegiatan belajarnya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah masalah waktu pelaksanaan. Tentunya, dalam menentukan tujuan dan target pencapaian membutuhkan kerelevansian waktu pelaksanannya.

Misalnya, dalam satu tahun ajaran terbagi menjadi dua periode (semester ganjil dan genap) seperti kalender pendidikan biasanya. Biasanya, waktu yang dibutuhkan dalam satu semester itu berkisar antara 15-17 minggu.

Kemudian, berapa banyak peserta didik itu menghafalkan surah dalam satu bulan, atau yang lebih kecil lagi dalam setiap harinya.

Ini menjadi sesuatu yang menjadi fokus agar terciptanya sebuah program yang masuk akal. Dengan begitu, maka suatu program itu dapat dievaluasi.

Selain persoalan waktu, pemilihan surah merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan tingkat pencapaian tahfidz di SMP.

Secara sederhana, dapat dipahami bahwa SMP adalah usia dimana kualitas manusia dibentuk.

Bila menginginkan peserta didik yang mampu menjadi Imam dalam Shalat, maka diperlukan menghafal surah dalam juz 30. Lalu kemudian berlanjut ke Juz pilihan lainnya.

Manfaat Program Tahfidz SMP

Persoalan manfaat, tentu saja dalam pendidikan tahfidz ini tidak diragukan lagi. Tahfidz memang benar mendatangkan banyak manfaat yang baik bagi peserta didik maupun bagi lembaga penyelenggara itu sendiri.

Ada beberapa manfaat yang akan diuraikan di bawah ini:

  1. Menciptakan peserta didik hafal Alquran.
  2. Menciptakan peserta didik yang mampu menjadi Imam Shalat.
  3. Meningkatkan keimanan para peserta didik.
  4. Menciptakan suasana sejuk dan tentram di lingkungan sekolah dengan hafalan Alquran.
  5. Menanamkan nilai-nilai ke-Islaman dalam diri peserta didik.

Beberapa manfaat di atas, merupakan bagian yang umum. Masih banyak manfaat lainnya yang sifatnya lebih spesifik.

Sesuatu yang pasti, bahwa program tahfidz ini memberikan manfaat baik terhadap seluruh elemen masyarakat baik di lembaga itu sendiri maupun bagi masyarakat sekitarnya.

Contoh Program Tahfidz SMP

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa membuat suatu program tentu haruslah objektif.

Dengan program yang objektif, maka suatu program itu dapat dievaluasi di hari kemudian.

Ada suatu contoh program tahfidz SMP yang mungkin dapat dijadikan rujukan dalam penerapan kegiatan tahfidz di lembaga sekolah.

Adapun program yang dimaksudkan itu akan terlihat pada tabel di bawah ini.

No.NAMA SURAHSEMESTERKELAS
1Surah Al-Ikhlas ayat 1 – Surah An Naba Ayat 4011
2Surah Al-Fatihah Ayat 1 – Surah AL-Baqarah Ayat 14121
3Surah Al-Baqarah Ayat 142 – Surah Al-Baqarah Ayat 25221
4Surah Al-Baqarah Ayat 253 – Surah Ali Imran Ayat 9212
5Surah Ali Imran Ayat 93 – Surah An-Nisa Ayat 2322
6Surah An-Nisa Ayat 24 – Surah An-Nisa Ayat 14713
7Surah An-Nisa Ayat 148 – Surah Al-Maidah Ayat 8223

Program Tahfidz SMP di atas, dimulai dari Juz paling akhir, yakni juz 30. Ini berisikan tentang surah-surah yang pendek yang umum.

Mengapa ini sebagai pembuka? Karena, usia SMP itu lebih baik dipersiapkan dengan hafalan yang dibutuhkannya.

Usia lanjut setelah SMP, adalah dimana mereka belajar untuk menjadi Imam Shalat. Oleh karenanya, tingkatan SMP perlu mempersiapkan itu.

Setelah juz 30 berhasil dihafalkan selama satu semester, maka melanjut pada surah Al-Baqarah. Disinilah memulainya.

Secara keseluruhan, program tahfidz di atas memperlihatkan bahwa selama 3 tahun, siswa dapat menghafalkan Alquran sebanyak 7 Juz.

Ini akan lebih objektif, karena disesuaikan dengan pengukuran waktu pelaksanaan. Sehingga, manakala didapati kendala, dapat dilakukan evaluasi terhadapnya. Bagian mana yang perlu diperbaiki, untuk kegiatan selanjutnya.

Tinggalkan komentar