Prinsip Evaluasi Pembelajaran

Apa saja prinsip evaluasi pembelajaran itu?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya tentang pengertian evaluasi, dijelaskan bahwa evaluasi adalah kegiatan menilai dan mengukur.

Untuk melakukan hal itu, perlu memandang prinsip dari evaluasi pembelajaran itu sendiri.

Prinsip evaluasi yang paling sering dan umum ditemui adalah adanya triangulasi atau hubungan yang erat antara komponen tertentu.

Adapun komponen yang dimaksudkan itu adalah:

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Kegiatan pembelajaran (KBM)
  3. Evaluasi

Ketiga komponen tersebut merupakan komponen yang memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya.

Keterkaitan antara ketiga komponen itu, akan terlihat dalam gambar di bawah ini.


Hubungan KBM Dengan Tujuan

Jelas saja antara kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tujuan ini memiliki hubungan.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang disusun oleh guru, tentunya memperhatikan tujuan yang ingin dicapai.

Tentunya, sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar, guru perlu untuk membuat semacam rencana yang biasa disebut dengan Rencana Praktik Pembelajaran (RPP).

Dalam RPP, juga tercantum tujuan yang ingin dicapai.

Maka dari itu, makna dari panah KBM ke arah tujuan, yakni menjelaskan bahwa KBM dilaksanakan dengan memperhatikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Begitu pula sebaliknya, arah panah dari tujuan ke KBM.

Arah panah ini memberi arti bahwa tujuan pembelajaran itu dapat dicapai dengan KBM yang sesuai.

Oleh sebab itu, keduanya ini memiliki hubungan yang erat.


Hubungan Tujuan Dengan Evaluasi

Bila tujuan pembelajaran itu sudah dibuat, maka tentulah memandang perlu evaluasi.

Tujuan yang dicapai, tentunya memperhatikan bentuk evaluasi yang sesuai.

Hal ini membuat argumen bahwa evaluasi itu harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.

Ini dimaksudkan untuk objektivitas tes yang dilakukan.

Itu adalah makna dari arah panah tujuan ke evaluasi.

Lalu sebaliknya, bahwa evaluasi memiliki hubungan dengan tujuan.

Evaluasi itu pada dasarnya memiliki makna mengukur untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang diraih dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Maka, inilah maksud dari panah yang mengarah dari evaluasi ke tujuan.


Hubungan KBM Dengan Evaluasi

KBM dan evaluasi tentunya juga memiliki hubungan yang erat.

Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan tentunya memerlukan perhatian untuk evaluasi yang akan dilaksanakan.

Sebagai contoh, untuk kegiatan belajar yang berorientasi pada kognitif, maka tentunya dibutuhkan evaluasi bentuk kognitif.

Sementara, untuk kegiatan belajar yang orientasinya pada afektif, maka dilakukan evalauasi yang sesuai dengan penilaian afektif.

Dari pandangan ini, cukup menjelaskan bahwa kedua komponen (KBM dan Evaluasi) memiliki keterkaitan yang cukup erat.

Keduanya dapat berjalan dengan baik dan terarah bila memperhatikan berbagai hal itu.

Maka dari sini, timbullah berbagai bentuk evaluasi seperti bentuk evaluasi tes dan evaluasi non tes.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *