Pengertian Belajar Dilengkapi Pendapat Ahli

Pengertian belajar memang kerap sekali kita dengar, terutama dari perseorangan.

Namun, untuk menguatkan akan suatu pendapat, tentu kita perlu melihat tentang pengertian belajar menurut para ahli.

Oleh sebab itu pada bagian ini akan dijelaskan tentang pengertian belajar menurut para ahli.

Siapa yang tidak mengenal dengan istilah belajar? Dirasa, pengertian belajar adalah hal yang sangat umum bagi sebagian orang.

Mungkin mereka memahaminya, tetapi hal itu hanya secara umum.

Oleh karenanya, dirasa penting untuk memaparkan defenisi belajar ini.

Maka dari itu, untuk mengetahui tentang belajar, lihatlah penjelasan di bawah ini.

Pengertian Belajar Menurut KBBI

Dalam KBBI Online, belajar diartikan sebagai berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.

Dalam laman yang sama, juga dijelaskan bahwa belajar juga berarti berubah tingkah laku karena pengalaman.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa belajar menurut kbbi adalah berusaha memperoleh kepandaian untuk perubahan tingkah laku berdasarkan dari pengalaman.

Pengertian Belajar Menurut Para Ahli

Berkiatan dengan defenisi belajar, para ahli juga menjelaskan hal ini.

Banyak beberapa diantara mereka yang menguraikannya secara tegas, ada juga yang mendeskripsikannya dengan sederhana.

1. Belajar Menurut Nuzairina (2014)

Tidak semua perubahan yang terjadi pada diri seseorang merupakan hasil belajar. Perubahan yang disebabkan karena pertumbuhan, perkembangan dan kematangan bukan merupakan akibat belajar. Seperti pertumbuhan jasmani (tinggi badan) bukan merupakan hasil dari belajar. Perubahan pada aspek psikis relative sulit diidentifikasi, karena yang Nampak hanya tingkah laku. Perwujudan tingkah laku itu meliputi perkembangan perceptual (pengamatan ruang dan situasi), perkembangan penguasaan motorik, perkembangan penguasaan pola-pola keretampilan mental fisik (kecerdasan, ketangkasan, kecermatan), maupun perkembangan pengetahuan, bahasa dan berpikir (Nurzairina, 2014: 44).

2. Belajar Menurut Djamara dan Aswan (2006)

Belajar adalah aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman. Para ahli menekankan pengalaman dan latihan sebagai kegiatan mediasi bagi kegiatan belajar. Woolfolk dalam Baharuddin dan Wahyuni juga mengatakan bahwa “Learning occurs when experience causes a reality permanent change in an individual knowledge or behavior” (Djamara & Aswan, 2006: 14).

3. Belajar Menurut Slameto (1988, 2010)

Belajar adalah syarat mutlak untuk menjadi pandai dalam semua hal, baik dalam hal ilmu pengetahuan maupun dalam hal bidang keterampilan atau kecakapan. Belajar adalah proses usaha yang dilakukan individ untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto: 1988: 2).

Menurut Slameto, “belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto: 2010: 2).

4. Belajar Menurut Winkel (1996)

Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan meliputi hal-hal yang bersifat internal seperti pemahaman dan sikap, serta mencakup hal-hal yang bersifat eksternal seperti keterampilan motorik dan berbicara dalam bahasa asing (Winkel, 1996: 55).

5. Belajar Menurut Farida Jaya (2014)

Belajar adalah suatu tahapan perubahan tingkah laku individu yang dinamis sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan unsur kognitif, afektif dan psikomotorik. Dengan kata lain, belajar adalah suatu proses dimana kemampuan sikap, pengetahuan dan konsep dapat dipahami, diterapkan dan digunakan untuk dikembangkan dan diperluas. Keberhasilan belajar akan menimbulkan rasa percaya diri yang tinggi, senang, serta termotivasi untuk belajar lagi, karena belajar tidak hanya meliputi mata pelajaran, tetapi juga penguasaan, kebiasaan, persepsi, kesenangan, minat, penyesuaian sosial, bermacam-macam keterampilan dan cita-cita. (Jaya, 2014: 3).

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, dapatlah dipahami bahwa pengertian belajar itu adalah suatu proses perubahan tingkah laku dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dari sini, dapatlah dilihat bahwa dalam suatu kegiatan belajar itu tentunya ada seorang guru, dan ada pula muridnya.

Semoga artikel tentang Pengertian Belajar yang dilengkapi dengan pendapat para ahli ini dapat bermanfaat.

Daftar Bacaan

  1. Farida Jaya. 2014. Diktat. Perencanaan Pembelajaran. Medan: Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara.
  2. Winkel. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Grasindo. Slameto, 1988, Belajar, Jakarta: Bima Aksara.
  3. Slameto. 2010. Belajar & Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: PT. Rineka Cipta, h. 2.
  4. Syaiful Bahri Djamara dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rineka Cipta. Nurzairina. 2014. Psikologi Belajar. Medan: IAIN SU.

Terimakasih telah berkunjung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *