Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dalam Pendidikan

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sudah sejak lama dikenal dalam lingkup pendidikan.

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, penelitian model Tindakan Kelas ini sudah ramai diperbincangkan.

Para ahli juga mencoba mendeskripsikan pengertian penelitian tindakan kelas ini.

Penelitian Tindakan Kelas, bila disajikan dalam bentuk kata yang terpisah, memiliki tiga suku kata, yaitu penelitian-tindakan-kelas.

Masing-masing suku kata itu, akan dijelaskan pada deskripsi di bawah ini.

Penelitian
Sebuah kegiatan dengan mencermati objek yang dilakukan dengan metodologi tertentu untuk menemukan data yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu atas suatu hal.

Tindakan
Merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan berdasarkan siklus tertentu dan diterapkan kepada siswa untuk tujuan tertentu.

Kelas
Kebanyakan pemahaman menjelaskan bahwa kelas merupakan sebuah ruang belajar siswa. Tetapi semestinya tidak terbatas pada itu, melainkan lebih spesifik dari itu.

Kelas disini diartikan sebagai sekelompok orang yang dalam kontek pembelajaran, yaitu orang yang menerima pelajaran dalam waktu yang sama dan dari guru yang sama pula.

Dalam pengertian yang umum dikenal dan sudah dimengerti oleh orang banyak, bahwa kelas disini memberi arti ruang kelas.

Tetapi, tidak terbatas pada itu. Melainkan lebih spesifik dari itu.

Kelas seperti yang dijelaskan di atas, adalah kelas yang dimaksudkan bagi sekelompok orang yang menerima pelajaran yang serupa, dan dengan guru yang serupa pula.

Kelas bukan berarti  kelas tempat guru mengajar yang ditutup dengan bentuk bangunan yang disebut ruangan.

Dalam penelitian tindakan kelas, terdapat sebuah kata yang menjadi ciri khas dari penelitian jenis ini.

Adapun kata yang dimaksudkan itu adalah tindakan (action).

Tindakan dapat diartikan dengan perbuatan atau perilaku. Dalam hal ini, dibebankan pada peneliti itu sendiri.

Dalam penelitian tindakan kelas, kata tindakan itu akan diperanka oleh peneliti. Yaitu, dalam praktik penelitiannya, peneliti menjalankan aksi untuk meningkatkan mutu tertentu.

Misalnya, meningkatkan pembelajaran Alquran Hadis dengan jenis penelitian tindakan kelas.

Artinya, peneliti menerapkan sesuatu (bisa metode, atau strategi) kepada para siswa yang ditelitinya untuk mendapatkan sebuah data dan dapat dirumuskan menjadi sebuah hasil penelitian.

Adanya tindakan menunjukkan ciri tersendiri dalam penelitian jenis ini.

Tidak serupa dengan penelitian jenis lain, yang konon bermakna analisis terhadap objek penelitiannya.

Hal ini juga dijelaskan oleh Arikunto, dkk yang menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah kegiatan, yang sengaja dimunculkan dalam sebuah kelas secara bersama.

Jadi, poin dalam penelitian tindakan kelas ini adalah tindakan (action) itu sendiri.

Mungkin akan lebih mudah memahaminya, bila kata kelas itu dihilangkan, menjadi penelitian tindakan.

Oleh sebab itu, penelitian tindakan kelas tidak hanya terbatas pada tindakan guru terhadap peserta didiknya saja, melainkan juga pada kepala sekolah, pengawas, dan lain sebagainya.

Misalnya penelitian tindakan kelas oleh kepala sekolah. Dapat dilakukan dengan meneliti guru, staf, perpustakaan, dan lain sebagainya.

Atau bahkan untuk seorang pengawas, mungkin dapat melakukan penelitian tindakan terhadap kepala sekolah di daerah kerja tertentu.

Jadi, jelaslah bahwa penelitian tindakan kelas itu tidak hanya untuk guru, melainkan juga dapat digunakan oleh perangkat lainnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *