Pendidikan Agama Islam di MDTA

Pendidikan Agama Islam di MDTA
Pendidikan Agama Islam di MDTA

Pendidikan agama Islam di MDTA tentulah bukan sesuatu yang baru lagi bagi penyelenggara MDTA itu sendiri. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya jika kita perlu untuk mengerti dan memahami akan pengertian dari MDTA yang dimaksudkan disini. Berikut penjelasannya.

Pengertian MDTA

MDTA merupakan singkatan dari Madrasah Diniyah Takmaliyah Awaliyah yang merupakan suatu bentuk lembaga pendidikan nonformal yang bergerak dalam bidang agama Islam dengan tujuan menciptakan manusia yang insan kamil. Program pendidikan MDTA ini sendiri merupakan program pendidikan yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat dengan batasan usia tertentu. Umumnya, para peserta didik yang ada dalam pendidikan tingkat MDTA ini adalah sekelompok orang yang usianya sekitar 7 sampai 10 tahun. Biasanya, para peserta didik yang sedang duduk di bangku sekolah dasar memilih untuk mengikuti program pendidikan MDTA ini.

Kelebihan diterapkannya pendidikan agama Islam di MDTA

Pendidikan agama Islam di MDTA itu sendiri merupakan suatu yang cukup sering di dengar. Bagaimana tidak, segala bentuk pembelajarannya saja merupakan bagian dari Islam itu sendiri. Dapat disimpulkan, bahwa program ini merupakan program pendidikan Islam. Mata pelajaran yang disajikanpun beragam dan tetap dalam konteks pendidikan agama Islam, yakni:

  1. Alquran dan Hadis
  2. Tarikh (Sejarah Kebudayaan Islam)
  3. Bahasa Arab
  4. Fiqih
  5. Akidah
  6. Akhlak
  7. Alkhot/khalifrafi
Dari bidang pelajaran yang disajikan di atas, bila dilihat bahwa keseluruhannya itu merupakan pecahan dari pendidikan agama Islam itu sendiri. Jadi secara tidak langsung, program ini khusus untuk membahas tentang pendidikan agama Islam.

Kekurangan diterapkannya pendidikan agama Islam di MDTA

Gambar untuk pendidikan agama islam di mdtaBila pada bagian sebelumnya, kita sudah membahas tentang kelebihan, maka tak baik jika kita mengabaikan tentang kekurangan. Kekurangan dari diterapkannya pendidikan agama Islam di MDTA ini rupa-rupanya tidak dapat dilihat secara umum. Perlu pembahasan yang lebih teknis disini. Maksudnya adalah bahwa hampir tidak ada terdapat kekurangan dalam penerapan pendidikan agama Islam di MDTA ini. Adapun yang dimaksudkan hal teknis itu antara lain sebagai berikut:
  1. Kekurangan yang terjadi bilamana guru bidang studi tertentu perlu untuk memperbaiki kualitas mengajarnya di kelas. Hal ini terbilang teknis. Yang menjadi permasalahan disini adalah pribadi dari guru itu sendiri. Untuk program pembelajaran pendidikan agama Islam itu sendiri, dirasa tidak ada kaitannya. Maka yang menjadi perhatian disini adalah persoalan guru saat mengajar.
  2. Kondisi kelas yang mengganggu. Bagian ini juga terbilang cukup teknis. Dikatakan demikian karena hal ini dapat mengganggu keberlangsungan kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Kedua deskripsi di atas itu merupakan hal yang teknis dan jauh dari makna kekurangan diterapkannya pendidikan agama Islam di MDTA itu sendiri. Hal di atas itu merupakan bagian yang dirasa perlu untuk diperharikan sebagai upaya perbaikan kualitas pendidikan agama Islam di MDTA itu. Walaupun hal ini cenderung pada bagian dari kurikulum yang merupakan komponen pendidikan itu sendiri, namun tetap saja tidak memberikan pengaruh negatif yang besar terhadap kekurangan diterapkannya pendidikan Islam di MDTA itu sendiri. Maka secara keseluruhan, berbicara persoalan kekurangan diterapkannya pendidikan agama Islam di MDTA itu hingga kini belum ditemukan.

Pendidikan Agama Islam di MDTA

Gambar untuk pendidikan agama islam di mdta

Tidak dapat dibayangkan bilamana pendidikan agama Islam ini tidak ditemukan dalam satu jenjang pendidikan tertentu. Bisa-bisa, moralitas dan kualitas anak bangsa akan merosot. Maka oleh sebab itu, pendidikan agama Islam itu diwajibkan untuk dipelajari. Pendidikan agama islam di MDTA itu dirasa sudah berjalan dengan baik. Beberapa daerah telah menerapkan kurikulum yang semestinya di lembaganya masing-masing. Selebihnya tinggal memperhatikan faktor pendukung dalam mencapai keberhasilan dari program pendidikan agama Islam di MDTA ini, yaitu salah satunya adalah faktor dari media dan Sarana prasaana sekolah. Hal ini juga dapat menghambat proses kegiatan belajar mengajar di MDTA.

Tinggalkan komentar