Pembelajaran Daring Untuk PAUD

Sekilas kita bertanya, bagaimana pembelajaran daring untuk PAUD?

Pertanyaan ini sangatlah lumrah.

Itu karena umumnya, pembelajaran dengan metode dalam jaringan biasa digunakan untuk siswa kelas tinggi, seperti SD, SMP, SMA, hingga tingkat universitas.

Lantas, bagaimana menerapkannya untuk lembaga PAUD?

Mari ikuti penjelasan ini hingga usai.

Konsep Pembelajaran Daring

Sebelum terlalu jauh kita membahas persoalan ini, perlu kita dudukkan terlebih dahulu pemahaman tentang konsep pembelajaran daring.

Pembelajaran daring, maknanya adalah pembelajaran dalam jarinyan.

Itu artinya, pembelajaran dilaksanakan atau diberlakukan dalam lingkup jaringan.

Hal ini lebih dikaitkan pada internet.

Pembelajaran Daring disini, adalah dimana guru dan siswa saling berkomunikasi (baik dengan tatap muka maupun tidak), dengan tidak berada dalam satu lokasi, tetapi berada dalam jarinyan yang sama.

Sehingga, itu membuat mereka saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya.

Daring sering diterapkan dalam perusahaan-perusahaan, ketika ingin melaksanakan diskusi atau rapat.

Ini biasa dilakukan dalam bentuk Video Call.

Namun, Daring tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan dalam lingkup pendidikan.

Salah satu contoh media pembelajaran daring untuk PAUD yaitu dengan media Google Classroom Untuk Siswa.

Contoh lain juga dapat menggunakan layanan Zoom Untuk Pembelajaran Daring.

Prinsip Pembelajaran Daring Untuk PAUD

Saya menyimpulkan bahwa terdapat beberapa prinsip yang harus dijalankan atau dipertimbangkan dalam melaksanakan Pembelajaran Daring untuk anak PAUD.

Selengkapnya, akan dijelaskan disini.

Kesesuaian Media

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa dalam pendidikan tingkat PAUD mengedepankan prinsip bermain sambil belajar.

Itu artinya, ada sesuatu hal yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan media pembelajaran Daring ini.

Bila kita melihat, atau kita merasakan langsung pembelajaran daring untuk orang dewasa, ini akan terkesan sederhana.

Itu karena guru dapat memberikan informasi berupa penyampaian pesan melalui mulut semata.

Menjelaskan berbagai macam hal dalam waktu yang cukup lama, juga akan dapat dimengerti oleh para peserta.

Namun, itu semua tidak serta merta dapat diterapkan di PAUD.

Anak PAUD seperti yang kita ketahui, tidak akan dengan mudah menangkap informasi yang diberikan dengan menghadirkan video dengan durasi cukup panjang dan monoton.

Oleh karenanya, ini menjadi sebuah prinsip yang perlu dipertimbangkan.

Peran Bantuan Orang Tua

Menerapkan pembelajaran Daring untuk anak PAUD tentunya memerlukan bantuan dari berbagai pihak, terkhusus orangtua siswa.

Mengapa?

Itu karena, anak PAUD tentu saja tidak dapat memainkan atau menggunakan gudget/ alat belajar Online mereka.

Mereka tidak paham itu. Justru, mereka dapat merusaknya, dan menyalahi fungsi yang ada.

Oleh karenanya, disini perlu bantuan dari Orang Tua, saat mereka belajar.

Itu artinya, orang tua sebagai pengantar antara pembelajaran guru dan anaknya.

Jadi, ini terlihat lebih masuk akal.

Bagian ini nampaknya tidak perlu penjelasan lebih dalam.

Karena melihat fakta yang ada, sudah barang tentu kita akan memahami hal ini.

Menghadirkan Topik Bermain Sambil Belajar

Ini adalah hal yang inti dalam pendidikan tingkat PAUD.

Bermain sambil belajar adalah prinsip yang kuat dalam pendidikan tingkat Dini ini.

Jangan sampai menghilangkan bermain dalam pembelajaran daring yang disajikan di PAUD.

Bagaimana itu bisa diterapkan?

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk ini.

Itu seperti menghadirkan video-video dengan konten yang berisi permainan, atau yang lainnya.

Contoh lain juga terlihat seperti: Video yang berisi guru memandu siswa untuk memainkan sebuah permainan, tebak kata, atau sebagainya.

Hal inilah yang menjadi tantangan bagi Pembelajaran Daring Untuk PAUD.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Bila orang dewasa melakukan pembelajaran daring tanpa bantuan orang tua, itu berbeda dengan anak usai Dini.

Mereka membutuhkan bantuan dari orang dewasa, untuk membantu mereka dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar itu.

Tanpa bantuan orang dewasa, sudah barang tentu keadaan ini akan sulit terlaksana, atau bahkan mustahil untuk dilaksanakan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran daring untuk PAUD ini antara lain seperti:

  • Jangan biarkan anak memegang Gudget/ Media belajarnya.
  • Kontras Layar Media/ Laptop/ HP yang digunakan untuk belajar.
  • Jarak antara penglihatan dan monitor media/ Laptop/ HP.
  • Bimbingan dari Orang Tua.
  • Gunakan pengalihan waktu sementara untuk mengalihkan perhatian anak 1/2 detik.

Beberapa poin di atas, menggambarkan bahwa cukup banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran daring untuk PAUD ini.

Seperti persoalan kontars layar, jangan sampai mengabaikan ini.

Jika anda mengetahui, bahwa kontras layar yang terlalu tinggi dapat membuat tingkat kelelahan mata meningkat, dan justru itu dapat juga merusak mata.

Jika membelajarkan anak melalui HP, maka aturlah kontras disana.

Ini sangat sensitif. Maksudnya, bila layar terlalu gelap, juga bernilai buruk.

Sebaliknya bila terlalu terang, juga berdampak buruk.

Sesuaikanlah dengan kondisi dan keadaan.

Memperhatikan hal ini, akan sangat membantu demi kesehatan anak.

Ada yang menarik disana, yaitu pengalihan waktu.

Tidak hanya anak usia dini, bahkan orang dewasa juga terkadang secara tidak sadar melakukan ini saat menonton video.

Hal ini terlihat cukup baik.

Konsentrasi akan jauh lebih meningkat, bila hal ini dilakukan (pengalaman pribadi).

Konsentrasi dalam menonton video yang menarik, membuat kita membutuhkan teman untuk menjawab, atau mengekspresikan video yang ditonton dengan menatap teman yang ada didekat kita (teman menonton).

Saya mengatakan ini bernilai baik, itu karena secara sederhana hal ini terlihat lebih rileks (lebih santai).

Itu artinya, keadaan menonton itu tidak monoton.

Jadi, itu alasan mengapa bagian ini dimuat dalam penjelasan.

Banyak hal yang semestinya menjadi perhatian dalam membuat pembelajaran Daring untuk PAUD.

Alih-alih membuat pembelajaran yang bermakna, justru dapat meningkatkan candu terhadap Gudget pada diri anak.

Oleh karenanya, pentingnya memahamkan anak untuk persoalan ini.

Semoga artikel tentang Pembelajaran Daring Untuk PAUD ini dapat bermanfaat.

Beberapa Pertanyaan Yang Muncul

Pembelajaran Daring Apa Itu?

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran dalam jaringan yang dibangun dengan koputer atau koneksi internet sehingga dapat diakses dimanapun, dengan memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran.

Apa Manfaat Pembelajaran Daring?

Sangat banyak manfaat pembelajaran daring ini, diantaranya yaitu membelajarkan siswa dari manapun, dan tidak terbatas dengan kelas dan waktu tertentu.

Apa Saja Kekurangan Pembelajaran Daring?

Termasuk diantara kekurangan pembelajaran daring adalah tidak terkontrolnya para peserta didik. Siswa akan dibelajarkan secara bebas, dan ini membuat kekhawatiran baru. Selain itu, pembelajaran dengan materi ajar yang diarahkan pada perubahan akhlak, sangat terbatas bila mengedepankan pembelajaran daring.

Tinggalkan komentar