Pembagian Ilmu Menurut Imam Al Ghazali

Pembagian ilmu menurut imam Al Ghazali dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yakni ilmu fardhu Ain dan Ilmu Fardhu Kifayah.

Mari kita lihat penjelasan tentang kedua istilah ini menurut imam Al Ghazali.

Tentang Ilmu

Ilmu adalah pengetahuan yang dimiliki seseorang. Ilmu tentunya diharapkan akan dapat merubah perilaku atau tingkah laku manusia menjadi yang lebih baik.

Dengan ilmu, tentunya juga diharapkan akan dapat merubah adab manusia itu sendiri.

Pada tatanan ini, Imam Al Ghazali membagikan/ mengklasifikasikan ilmu menjadi dua bagian, yakni Fardhu Ain dan Fardhu Kifayah.

Seluruhnya diletakkan pada tahap fardhu, artinya wajib dimiliki. Namun, bila mengambil makna pada bagian ini, maka sampai disini belum diketahui apakah wajib untuk diri sendiri saja, atau wajib untuk orang lain, atau yang lainnya.

pembagian-ilmu-menurut-imam-al-ghazali

Ilmu yang akan dijelaskan pada bagian ini, adalah ilmu pelajaran dalam bidang tertentu.

Ilmu itu dikatakan suatu ilmu, bila ia dapat memberikan pengaruh positif terhadap diri seseorang.

Ilmu hitam bukanlah bagian dari pembahasan yang dimaksudkan disini. Karena itu, bukanlah suatu ilmu yang memberikan perubahan baik terhadap diri manusia.

Ilmu hitam, juga tidak akan ditemukan dalam pendidikan formal bukan? Tentu saja, hal ini bukan jadi fokus pembahasan disini.

Bahkan, tidak akan diulas sama sekali tentangnya.

Baiklah. Mari kita simak penjelasan tentang pembagian ilmu itu pada bagian di bawah ini.

2 Pembagian Ilmu Menurut Imam Al Ghazali

1. Ilmu Fardhu Ain

Sesuai dengan istilahnya, fardhu ain dapat dimaknai dengan wajib atau harus dilaksanakan bagi setiap orang.

Jadi, secara umum bagian ilmu ini merupakan ilmu yang wajib dimiliki seorang manusia di muka bumi.

Dalam Islam mengajarkan bahwa manusia diciptakan untuk Syahidna (perjanjian primodial) antara hamba dengan Tuhannya.

Syahidna dapat berarti berupa kesaksian, bahwa Allah adalah Tuhan.

Ini merupakan tujuan akhir dari penciptaan manusia.

Oleh karena itu, dalam kehidupan diperlukan adanya sebuah bidang ilmu yang dinilai mengarah pada pencapaian tujuan hidup yang dimaksudkan itu.

Tentu saja, bidang ilmu yang dimaksud itu adalah Pendidikan Islam, atau Pendidikan Agama Islam dalam pendidikan formalnya.

Agama perlu dipelajari, agar tidak salah dalam pengamalannya.

Setiap manusia, harus mempertanggung jawabkan segala hal yang diperbuatnya dimuka bumi ini kepada Allah SWT.

Ini berlaku pada setiap insan manusia, bukan hanya untuk golongan tertentu, atau sekelompok orang.

Jadi, inilah yang merupakan Ilmu Fardhu Ain menurut Imam Al Ghazali itu, yakni ilmu yang wajib ada pada setiap insan manusia.

2. Ilmu Fardhu Kifayah

Istilah fardhu kifayah, dapat diartikan sebagai sesuatu yang wajib bagi sekelompok orang, dan lepas tanggung jawab sebagian yang lainnya bila sudah dikerjakan sebagian orang.

Istilah fardhu kifayah ini, sering dikaitkan dengan kematian seseorang.

Misalnya, terjadi kemalangan (kematian) di suatu desa. Maka, tidak harus setiap warga desa itu yang mengurus jenazahnya. Melainkan, cukup sekelompok orang diantara mereka yang melakukannya, maka lepaslah kewajiban yang lainnya.

Mari kita kaitkan dengan Ilmu yang dimaksudkan imam Al Ghazali.

Ilmu itu beragam, terlebih lagi di era modern ini. Banyak sekali bidang ilmu yang bermunculan.

Kedokteran, psikologi, teknisi, angkatan, dan lainnya adalah bagian diantaranya.

Apakah setiap orang harus mempelajari tentang kesehatan? Tentu saja tidak. Karena tidak harus seluruh orang menjadi dokter.

Apakah setiap orang harus mempelajari bidang teknisi? Tentu saja juga tidak. Karena tidak harus setiap orang menjadi pengusaha.

Inilah yang dimaksudkan fardhu Kifayah. Keseluruhan ilmu itu adalah wajib dipelajari, tetapi lepas tanggung jawab sebagian orang untuk mempelajarinya bila sudah dipelajari oleh orang lainnya.

Kesimpulan

Seluruh bidang ilmu, adalah hal yang wajib dipelajari. Islam diajarkan untuk menuntut Ilmu.

Tetapi, dalam mempelajari ilmu, perlu adanya pemahaman akan pembagian Ilmu itu.

Terkhusus untuk diri pribadi, pelajarilah tentang agama Islam, karena ini akan dimintai pertanggunjawaban terhadapnya selama hidup.

Sebaliknya, untuk ilmu umum, maka tidak harus dipelajari. Setiap orang dapat menyesuaikan dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Demikian penjelasan tentang pembagian ilmu menurut Imam Al Ghazali. Semoga dapat memberi manfaat.

Tinggalkan komentar