Panduan Manasik Haji PAUD

Manasik haji adalah hal yang umum dilakukan anak PAUD. Oleh karena itu, saya membuat panduan manasik haji PAUD sebagai panduan praktis untuk melaksanakan kegiatan ini.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui disini, yaitu seperti apa yang terdapat dalam daftar isi saya berikut ini:

Baiklah. Mari kita mulai penjelasan ini.

Tentang Manasik Haji PAUD

Hal yang umum bila peserta didik PAUD melaksanakan kegiatan manasik haji.

Biasanya, dalam setiap tahun lembaga PAUD mengadakan kegiatan manasik haji. Umumnya, satu kali dalam satu tahun. Tetapi kadang bisa lebih sesuai dengan program lembaga itu sendiri.

Kami sendiri, di TK Syarif Ar-Rasyid mengadakan kegiatan ini dalam satu tahun sekali. Ini cukup berarti bagi pembelajaran haji terhadap para peserta didik kami.

Manasik haji di PAUD tentu berbeda dengan manasik haji yang sebenarnya. Mengapa demikian?

Pendidikan Anak Usia Dini itu didominasi oleh anak usia 4-6 tahun. Artinya, dengan usia mereka yang masih sangat belia ini, akan terkesan berat bila melaksanakan kegiatan haji yang sebenarnya.

Karena hal ini hanya sebatas pembelajaran semata, maka alangkah baiknya untuk memperkenalkan kepada pereka tentang rukun haji yang umum saja.

Beberapa hal itu diantaranya seperti:

  • Tawaf
  • Jumrah
  • Sai

Ketiga hal di atas, adalah hal yang umum ditemui. Maka, hal itu adalah bagian yang akan dikenalkan dan dibelajarkan kepada para siswa.

Panduan Manasik Haji PAUD

Untuk melaksanakan kegiatan manasik haji PAUD, ada beberapa langkah yang perlu diterapkan.

Panduan itu akan terlihat dalam tata cara berikut ini.

Niat Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجًَةِ

Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji.

Para peserta didik membacakan niat haji saat baris di lapangan. Guru sebaiknya mengarahkan agar mereka memahami akan niat haji tersebut.

Berjalan Menuju Ka’bah

Berjalanlah menuju Ka’bah. Lalu kemudian bertalbiah, yang lafadznya sebagai berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَاشَرِيْكَ لَكَ

Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memnuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memnuhi panggilan-Mu, sungguh segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Pemandu, guru dan peserta didik turut melafadzkan bacaan talbiyah di atas dengan penuh kegembiraan dan semangat.

Tawaf

Thawaf maksudnya adalah mengelilingi ka’bah. Adapun pada bagian ini dilakukan sebanyak 7 kali putaran. Bagian ini dimulai dari sisi hajarul aswad.

Tetapi, karena pada panduan kali ini dihadapkan kepada para peserta didik yang usia PAUD, maka perlu disesuaikan.

Mungkin dapat melakukan tiga kali putaran saja, atau lebih kecil darinya. Ini dimaksudkan agar menjaga kondisi peserta didik itu sendiri, karena praktik ini hanyalah sebatas pembelajaran semata.

Berkelilinglah dilingkungan ka’bah sambil bertalbiyah, seperti lafadz di atas.

Bagaimana memulianya? Berikut ini panduan memulai bagian ini:

  • Memulai tawaf dari hajarul aswad.
  • Bertakbir, atau basmalah.
  • Bertalbiyah.

Berada di Rukun Yamani dan Hajar Aswad

Ketika berada di antara rukun yahani dan hajar aswad, sebaiknya membaca lafadz berikut ini:

ربنا اتنا في الدنيا حسنۃ وفي الاخرۃ حسنۃ وقنا عذاب النار

Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa neraka.

Menuju Maqam Ibrahim

Setelah tawaf, lalu kemudian menuju maqam ibrahim dengan melafadzkan:

وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

Dan beliau memposisikan maqam di depan beliau, antara beliau dan ka’bah. (HR. Muslim 3009)

Shalat Sunnah Thawaf di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah melakukan thawaf, maka selanjutnya melakukan shalat sunnah tawaf dibelakang maqam ibrahim.

Tentunya, pada kegiatan ini perlu disesuaikan. Bila memungkinkan, maka lakukanlah. Namun bila tidak memungkinkan bagi anak PAUD, sebaiknya tidak diterapkan.

Meminum Air Zam-Zam

Setelah melakukan shalat sunnah tawaf, maka selanjutnya yaitu meminum air zam-zam.

Adapun lafadz niat dalam meminum air zam-zam ini antara lain sebagai berikut:

اللهم إني أسألك علماً نافعاً، ورزقاً واسعاً، وشفاءً من كل داء

Ya Allah aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit

Sai

Dalam melakukan ibadah SAI, ada beberapa langkah yang harus dilakukan dalam panduan manasik haji paud.

Berdisi di Sofa dan Menghafap Ka’bah

Berdirilah di Sofa, dan menghadap ka’bah. Lalu bertakbir sebanyak 3x dan membaca doa.

Berjalan ke Marwah

Turun dari sofa dan berjalan ke marwah.
Pada bagian yang ditandai (berwarna hijau), bagi peserta laki-laki, disunnahkan berlari. Sementara bagi wanita, cukup dilakukan dengan berjalan.

Setibanya di Marwah

Setibanya di marwah, selanjutnya melakukan apa yang dilakukan sebelumnya di sofa, yaitu bertakbir dan berdoa.

Kembali lagi ke Sofa

Berjalanlah ke Sofa dengan berjalan kaki, lalu kemudian berlari ditempat yang ditandai seperti sebelumnya.

Berakhir di Marwah

Lakukan hal yang demikian itu hingga 7x dan berakhir di marwah.

Tinggalkan komentar