Melatih Disiplin Peserta Didik Sejak Dini

Bagaimana melatih disiplin peserta didik sejak dini?

Sadarkah anda bahwa ini bersifat penting?

Saya menganggap bahwa ini sangatlah penting.

Mari ikuti penjelasan ini hingga usai.

Defenisi Disiplin Peserta Didik

Hal ini bukanlah hal yang tabu bagi setiap orang. Dari judulnya saja, mungkin sudah terbesit tentang defenisinya.

Tetapi, sebagai penambah fokus dalam bahasan ini perlu dijelaskan lebih rinci tentangnya.

Melatih disiplin anak disini maksudnya adalah apa saja kiat-kiat yang harus dipahami dalam melatih kedisiplinan anak ini.

Objek dalam bahasan ini adalah peserta didik di sekolah. Karna, hampir setiap hari saya melakukannya sendiri.

Membentuk karakter yang disiplin tentu memerlukan sebuah latihan yang memakan waktu tidak sebentar.

Memang pada umumny, banyak sekali cara yang dapat dilakukan setiap orangtua, atau guru dalam melatih kedisiplinan siswa ini.

Setiap guru, tentu berbeda dalam hal ini. Karena mereka memiliki cita dan tujuan yang tidak sama persis.

Sebagai pengantar awal, saya menggunakan rumus dalam melatih siswa untuk disiplin.

Rumus itu akan terlihat seperti:

Pengenalan + Pelatihan + Kebiasaan.

Itu rumus sederhana, tetapi saya menerapkannya.

Di akhir tulisan ini, akan menjelaskan lebih jauh tentang penerapan itu.

Sebagai awalan, kita harus mengetahui tentang tujuan pelatihan kedisiplinan siswa ini.

Tujuan Kedisiplinan Siswa

Lagi-lagi, tentunya setiap orang memiliki tujuan tertentu dalam hal kedisiplinan siswa.

Tujuan akhir dari melaih disiplin siswa ini tentunya untuk membentuk karakter siswa yang disiplin bukan?

Kedisiplinan siswa tentunya sangatlah diharapkan setiap lembaga sekolah, atau terkhusus guru.

Dengan siswa yang disiplin, diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih berkualitas lagi.

Cara Melatih Disiplin Peserta Didik

Memang banyak cara yang dapat dilakukan untuk melatih disiplin peserta didik.

Ini berkaitan dengan disiplin apa yang ingin diterapkan.

Seperti kasus yang dipaparkan di atas, bercerita tentang disiplin untuk persoalan menggunakan dan membuka sepatu sendiri.

Mungkin tehnik dan caranya akan berbeda bila dikaitkan dengan kedisiplinan yang lainnya.

Ada beberapa cara yang mungkin dapat diterapkan untuk melatih disiplin peserta didik.

Beberapa cara yang dapat diterapkan antara lain sebagai berikut:

Total Time: 5 menit

Penanaman Nilai

Nilai perlu ditanamkan terlebih dahulu, sebelum terjun langsung ke lapangan.

Hal ini sebagai permulaan. Peserta didik itu perlu dipahamkan akan aturan yang harus dijalankannya.

Orang dewasalah yang mengerti akan hal ini. Oleh sebab itu, jelaskan terhadap peserta didik tentang topik yang akan di disiplinkan terhadap peserta didik itu.

Beberapa contoh yang dapat diterapkan seperti menjelaskan tentang sesuatu yang baik, atau bahkan mempraktikkannya dihadapan peserta didik.

Pemberian Contoh

Sebagai orang dewasa, yang tentunya sebagai pengajar disiplin bagi para peserta didik, tentu saja ini perlu dicontohkan.

Tahukah anda bahwa peserta didik itu lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan melihat contoh yang ada? Seperti melihat perilaku guru mereka, atau orang di sekeliling mereka?

Itu benar. Maka dari itu, sebelum pada tahapan pelaksanaan, tentunya peserta didik perlu diberikan sebuah model, akan perilaku yang ingin didisiplinkan.

Pelatihan/Penerapan

Mulailah menerapkan. Tekankan pada siswa untuk senantiasa memperhatikan ketentuan yang ada.

Setelah pengarahan diberikan, contoh juga sudah diperlihatkan, maka selanjutnya adalah pelaksanaan.

Disini, orang dewasa atau guru tentunya mengambil peran sebagai pengontrol dalam pelatihan disiplin.

Perilaku siswa untuk suatu topik tertentu yang ingin di disiplinkan perlu diawasi (dikontrol).

Jangan mengabaikan hal ini, peserta didik sangat suka dengan sesuatu yang baru.

Bila tidak dikontrol, jangan berharap peserta didik itu akan menerapkannya setiap waktu.

Pembiasaan

Ini merupakan langkah akhir dan berkelanjutan.

Mengapa dikatakan sebagai langkah akhir?

Sebab, pembiasaan merupakan sesuatu yang berada di akhir, dan tidak ada langkah lain didepannya (kecuali evaluasi yang sifatnya penilaian, lalu mengulang kembali).

Ini melanjut dari kontrol yang disebutkan pada poin ke 3.

Jangan pernah merasa bosan akan hal ini, bila ingin siswa terbiasa disiplin.

Demikian artikel tentang melatih disiplin peserta didik. Semoga dapat memberikan manfaat.

Bagaimana kedisiplinan siswa di lokasi anda mengajar? Apakah jauh lebih baik? Atau ada saran lain?

Beritahu saya disini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *