Manasik Haji Untuk Anak PAUD

Belakangan ini, kegiatan manasik haji untuk anak PAUD sering sekali dilaksanakan.

Bermacam ragam pelaksanaannya. Ada yang mengadakan langsung di lokasi yang dilengkapi peralatan penuh seperti di Asrama Haji, ada juga yang melaksanakannya di sekolah.

Terlepas dari hal itu, kegiatan manasik haji ini sejatinya dipandang baik bagi pembelajaran anak PAUD.

manasik-haji-untuk-anak-paud
Ketua Pelaksana Kegiatan Manasik Haji salah satu sekolah di Kota Medan

Faktanya, hal ini dinilai positif dari kalangan orang tua.

Dari 50 orangtua siswa yang ditanyakan tentang hal ini, sebagian besar dari mereka mengatakan bahwa hal ini bernilai positif.

Jadi, tidak ada salahnya dengan program ini dalam pendidikan jenjang PAUD.


Kegiatan Manasik Haji Untuk Anak PAUD

Kegiatan manasik haji, umumnya didefenisikan sebagai kegiatan praktik pelaksanaan ibadah haji.

Demikian halnya wikipedia menyebutkan bahwa manasik haji adalah peragaan pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya.

Manasik haji ini, biasanya dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin atau akan melaksanakan ibadah haji, atau ibadah umrah.

Baik itu ibadah haji maupun umra, pelaksanaannya tentu disesuaikan dengan ibadah yang ingin dilaksanakan.

Biasanya, para pengguna jasa yang biasa disebut sebagai travel umrah melakukan hal ini sebelum memberangkatkan jamaahnya.


Manasik Haji Dalam Tingkat PAUD

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa peragaan manasik haji ini dimaksudkan sebagai media belajar bagi para jamaah sebelum mereka diberangkatkan ke tanah suci.

Bagaimana bila hal ini diterapkan dalam pendidikan tingkat PAUD?

Apakah hal ini suatu keharusan, atau bahkan hanya sebatas keasikan tersendiri semata?

Banyak lembaga-lembaga pendidikan Islam, yang melaksanakan hal ini dalam kegiatan belajarnya.

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan jenjang pendidikan paling dasar dalam tatanan tingkat pendidikan di Indonesia.

Siswa PAUD itu berusia antara 0-6 tahun. Umumnya, untuk TK yang juga merupakan bagian dari PAUD berusia 4-6 tahun.

Membelajarkan siswa PAUD tentu berbeda dengan tingkatan pendidikan lainnya.

Pendidikan PAUD ini tentu mengupayakan berbagai hal dalam membentuk karakter siswa, dan mengembangkan konsep.

Oleh karena itu, dalam pembelajarannya banyak sekali menanamkan hal-hal teknis yang dinilai sangat baik bagi perkembangan siswa di usia itu.

Terutama bagi perkembangan motorik siswa, yang hanya didapati dalam tingkatan PAUD.

Ini merupakan bidang perkembangan yang dibutuhkan bagi setiap orang, sebelum ia terlalu jauh mengikuti kegiatan belajar pada tingkatan selanjutnya, yakni SD, SMP dan SMA.

Manasik Haji, merupakan kegiatan yang mengedepankan kemampuan praktis.

Artinya, praktik ibadah ini membutuhkan daya tahan butuh yang kuat.

Maka tidak jarang para pelaksana ibadah ini, mengatakan bahwa ini ibadah fisik.

PAUD dirasa memerlukan hal ini.

Secara mendasar, bahwa ibadah haji merupakan bagian dari rukun Islam, maka dari itu hal ini perlu diajarkan kepada peserta didik.

Walau usia mereka masih tergolong dini, penerapan peragaan manasik haji ini tidak mengganggu hal itu.

Hal yang terpenting adalah penyesuaian dengan rukun yang dilaksanakan.

Maka tidak jarang, lembaga penyelenggara ini menerapkan rukun dengan flaksibel atau disesuaikan dengan kondisi para peserta didik.


Mendukung Pembelajaran Saintifik

Perhatikan bila peragaan ini diterapkan.

Disana, akan terilhat jelas penekanan saintifik dalam kegiatan belajarnya.

Mengapa? Para peserta didik itu akan secara langsung aktif dalam kegiatan yang ada, dan tidak hanya tergambar pada teks yang dihafalnya saja.

Bagi lembaga PAUD, hal ini dirasa cukup baik dan cukup membelajarkan.

Hal ini akan menciptakan kesan tersendiri bagi para peserta didik.

Mari kita kaitkan dengan statement yang kerap muncul untuk anak seusia ini:

Anak itu lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk meniru…

Dengan pembelajaran praktik manasik haji ini, mereka akan meniru dan mempraktikkan pembimbingnya.

Ini akan jauh lebih baik untuk pembelajaran mereka tentang manasik haji.


Tata Cara Manasik Haji Untuk Anak PAUD

Persoalan tata cara manasik haji untuk anak PAUD, tentunya tidak jauh berbeda dengan rukun ibadah haji atau umrah pada umumnya.

Tetapi, seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan saat itu.

Ini karena peragaan ini dimainkan oleh para peserta didik yang didominasi usia rata-rata 4-6 tahun.

Tentunya membutuhkan perhatian serius untuk memandang kemampuan mereka dalam menjalankan rukun itu.

Kami pernah melakukannya beberapa waktu yang lalu, dan ini sebagai rutinitas kami setiap tahunnya.

Beberapa tata cara yang mungkin dapat dijadikan sebagai referensi diataranya yaitu:

Tata cara pelaksanaan manasik haji PAUD sebagai berikut:

Total Time: 1 jam

Pengarahan

Lakukan pengaraha sebelum kegiatan ini dimulai.

Arahkan siswa tentang apa yang akan dilaksanakannya saat ini, hingga usai.

Hal ini akan lebih baik bila memberikan pejelasan yang sederhana dan tidak memakan waktu yang lama.

Ingatlah bahwa waktu menentukan keberhasilan kegiatan ini. Oleh sebab itu, perhatikan dan manfaatkan sebaik mungkin.

Memulai Dengan Niat Ihram

Niat Ihram adalah langkah awal sebelum melakukan kegiatan.

Ini bagian yang tidak membutuhkan waktu panjang. Sebaiknya, terapkan bagian ini untuk membantu pemahaman siswa.

Disini, umumnya menggunakan pakaian Ihram. Kami menyarankan itu agar lebih terlihat nyata.

Beberapa waktu yang lalu, kami juga melakukan dan menerapkan ini.

Thawaf

Thawaf adalah kegiatan mengelilingi ka’bah dengan dengan lafadz tertentu.

Thawaf adalah hal yang paling dominan dalam hal ini.

Oleh sebab itu, jangan diabaikan. Ini merupakan salah satu ciri dari kegiatan Ibadah Haji.

Umumnya, pada pelaksanaan ibadah Haji membutuhkan sebanyak 7 kali putaran.

Tetapi, untuk anak PAUD mungkin lebih baik dikondisikan. Karena, bila hal ini dilakukan, maka akan memakan waktu yang panjang dan siswa akan kelelahan.

Bagian ini adalah pembelajaran, sebaiknya pertimbangkan segala hal yang memakan waktu dan energi peserta didik.

Lontar Jumrah

Melontar jumrah, merupakan sebuah kegiatan melempar dalam susuna tata cara pelaksanaan ibadah haji.

Kegiatan ini bagi anak PAUD akan sangat menyenangkan.

Saya pernah melaksanakannya di Asrama Haji daerah saya bekerja, dan kemudian menerapkan hal ini.

Nyatanya, siswa itu sangat bersemangat pada bagian ini.

Alat lontaran itu memang pada dasarnya batu, atau apapun.

Demi kenyamanan, kami menyediakan jagung kecil, yang dikemas dalam kantung plastik, agar lebih mudah digunakan oleh para peserta didik. Selain itu, ini tidak akan mendatangkan bahaya bagi mereka.

Sai (Lari-lari kecil)

Pada bagian ini, kami melakukannya hanya 2 kali saja, yaitu dari shafa, ke marwah.

Ini karena kekhawatiran akan keleahan masing-masing peserta didik yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Hal ini dapat disesuaikan dengan keadaan peserta didik masing-masing.

Beberapa langkah di atas, merupakan langkah yang kami terapkan di salah satu lembaga pendidikan yang saat itu saya tangani.

Manfaatnya cukup banyak. Kami menerima respon positif dari masing-masing orangtua atas kegiatan manasik haji yang kami laksanakan di PAUD.

Mereka mengapresiasi itu, dan merasa senang anaknya mengetahui tentang pelaksanaan kegiatan manasik haji.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *