Langkah-Langkah Pendekatan Saintifik Pendidikan

Dalam penerapan pendekatan saintifik pendidikan, memiliki langkah-langkah atau dapat juga disebut dengan tahapan pendekatan saintifik.

Langkah pendekatan saintifik ini, dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Setidaknya ada lima langkah pendekatan saintifik yang harus dilaksanakan dalam penerapannya di sekolah.

Adapun langkah-langkah pendekatan saintifik yang dimaksud ini antara lain sebagai berikut:

Mengamati (Observasi)

Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning).

Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media objek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya.

Abidin1 mengatakan bahwa terdapat beberapa langkah-langkah dalam kegiatan mengamati dalam pendekatan saintifik ini, yaitu:

  1. Menentukan objek apa yang akan diamati.
  2. Membuat pedoman sesuai dengan lingkup objek yang diamati
  3. Menentukan secara jelas tentang data-data yang perlu diamati, atau bagian-bagian yang perlu diamati.
  4. Menentukan dimana tempat objek yang akan diamati
  5. Menentukan secara jelas bagaimana mengamati akan dilakukan untuk mengumpulkan data agar berjalan dengan mudah dan lancar.
  6. Menentukan cara dan melakukan pencatatan atas hasil pengamatan, seperti menggunakan buku catatan, kamera, tape recorder, video perekam, dan alat tulis lainnya.

Menanya

Daryanto2 mengatakan bahwa guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan tentang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai pada yang abstrak yang berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, ataupun hal lain yang lebih abstrak.

Ketika guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, kemtika itu pula dia mendorong asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.3

Abidin4 mengatakan bahwa kegiatan menanya ini memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai berikut:

  1. Membangkitkan rasa ingin tahu.
  2. Mendorong dan menginspirasi peserta didik untuk aktif belajar.
  3. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik untuk aktif belajar.
  4. Mengstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan dan pemahamannya.
  5. Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara, mengajukan pertanyaan, dan memberi jawaban logis.
  6. Mendorong partisipasi peserta didik dalam berdiskusi
  7. Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan menerima pendapat atau gagasan.

Menyimpulkan Informasi

Apa yang dimaksud dengan menyimpulkan informasi?

Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 menjelaskan bahwa menyimpulkan informasi adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan atau eksperimen, maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.5

Terkadang, aktivitas menyimpulkan informasi ini disebut sebagai menalar, dimana menalar itu adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.6

Mengasosiasikan atau Menalar

Mengasosiasikan atau menalar adalah proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.7

Penalaran dalam konteks kurikulum 2013 ini menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif.

Daryanto8 mengungkapkan bahwa terdapat cara dalam meningkatkan daya menalar ini.

Adapun cara yang dimaksudkan itu antara lain sebagai berikut:

  1. Guru menyusun bahan yang sudah siap saji.
  2. Guru tidak banyak menerapkan metode ceramah atau metode kuliah.
  3. Bahan pembelajaran disusun secara berjenjang dan hirarkis, dimulai dari yang sederhana hingga yang kompleks.
  4. Berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati.
  5. Mengkoreksi setiap kesalahan atau memperbaikinya.
  6. Dilakukan dengan pengulangan agar menjadi kebiasaan
  7. Melakukan evaluasi yang didasari atas perilaku ntaya atau otentik
  8. Mencatat semua kemajuan peserta didik.

Mengkomunikasikan

Memberikan kesempatan komunikasi terhadap peserta didik adalah suatu langkah yang bagus.

Kegiatan ini dapat dilakukan memalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan sebelumnya (mengamati, mengasosiasikan, dst).

Hal tersebut disampaikan di kelas oleh peserta didik dan dinilai oleh guru.

Dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 20139 juga terdapat beberapa manfaat yang terkandung didalam kegiatan mengkomunikasikan ini.

Adapun manfaat yang dimaksudkan itu antara lain sebagai berikut:

  1. Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan kemampuan merumuskan pertanyaan.
  2. Mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, dan kemampuan berkomunikasi.
  3. Mengembangkan sikap toleransi, kemampuan berpikir sistematis, dan mengungkapkan pendapat.
  4. Meningkatkan partisipasi siswa dalam interaksi kegiatan pembelajaran.
  5. Mengembangkan sikap jujur, teliti, displin, taat aturan, dan kerja keras.

Abidin10 juga menjelaskan bahwa mengkomunikasikan adalah kemampuan menyampaikan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan baik secara lisan maupun tulisan.

Dalam hal ini, siswa itu harus mampu menulis dan menjelaskan apa yang ia tulis (komunikatif).

Daftar Bacaan
1Abidin, Yunus. 2014. Desain Sistem Pembelajaran Dalam Konteks Kurikulum 2013. Bandung: PT. Refika Aditama. h. 133-134.
2Daryanto. 2013. Pendekatan Pembelajaran Saintifik 2013. Yogtakarta: Gava Media. h. 64.
3Abidin., h. 136.
4Abidin., h. 136.
5Lihat Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013.
6Daryanto., h. 70.
7Daryanto., h. 70.
8Daryanto., h. 75.
9Lihat Permendikbud Nomor 81A tahun 2013.
10Abidin., h. 141.

Tinggalkan komentar