Kurikulum Pendidikan: Pemahaman Konsep Dasar

Kurikulum pendidikan adalah salah satu bagian yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Mengabaikannya adalah sesuatu yang merugi. Sebuah lembaga tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya peran kurikulum didalamnya.

Kurikulum memang kerap sekali disebutkan istilahnya dalam lingkup pendidikan. Bahkan tidak hanya itu, dalam sebuah bidang organisasi tertentu juga terkadang kurikulum menjadi istilah yang disebutkan juga.

Ada banyak sekali bentuk peruntukan kurikulum ini, seperti kurikulum lokal, kurikulum tersembunyi, dan lain sebagainya.

Tetapi, sebagai pemahaman konsep dasar mengenai kurikulum, maka pada halaman ini hanya akan mengulas kurikulum itu dalam aspek konsep dasarnya saja.

Mari kita simak, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kurikulum itu dalam aspek pendidikan.

Pengertian Kurikulum Pendidikan

Untuk mendefenisikan tentang pengertian ini, tentunya akan dibagi menjadi dua kata yang berbeda, yaitu kurikulum dan pendidikan.

Kurikulum adalah sebuah rancangan yang dibangun untuk menjalankan sebuah program dalam lingkup pendidikan.

Dalam lingkungan sekolah, kurikulum merupakan sebuah program yang dituangkan dalam bentuk dokumen berupa tulisan, yang didalamnya berisikan tentang segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran di sekolah.

Apapun yang direncanakan di sekolah, mulai dari Kalender Pendidikan, Mata Pelajaran, waktu pembelajaran, Guru, tata tertib guru, tata tertib siswa, tugas dan fungsi guru, dan lain sebagainya.

Pendidikan adalah istilah yang tidak asing lagi dalam pendengaran kita. Setiap orang, tentu saja pernah mengenyam pendidikan dalam kehidupannya.

Ini tidak hanya bercerita persoalan pendidikan formal seperti PAUD, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Perguruan Tinggi, dan yang lainnya.

Tetapi, pada mulanya setiap orang itu akan dibelajarkan dalam kehidupannya sejak ia lahir dimuka bumi. Yang membelajarkannya disini adalah ibunya. Mulai dari panggilan, tata cara berjalan, dan lain sebagainya.

Sejatinya, hal yang demikian itu adalah pendidikan, walau sifatnya tidak formal.

Maksud dari pembahasan ini, bahwa pendidikan adalah tempat dimana manusia itu mengenyam pembelajaran pada waktu-waktu yang ditentukan.

Pendidikan adalah tempat yang disediakan untuk belajar dan mempelajari mata pelajaran di waktu yang telah ditentukan.

Jadi, dari pembahasan kedua istilah ini, dapatlah diambil kesimpulan bahwa kurikulum pendidikan adalah segala sesuatu yang dirancang dalam rangka membangun program keberlangsungan kegiatan di suatu lembaga sekolah.

Fungsi Kurikulum Pendidikan

Penjelasan sebelumnya telah menjelaskan tentang pengertian kurikulum pendidikan itu sendiri.

Maka dari situ, sudah dapat tergambar tentang fungsi kurikulum pendidikan ini.

Terdapat beberapa fungsi kurikulum yang dimaksudkan itu, antara lain sebagai berikut:

1. Pemandu Proses Kegiatan Belajar Mengajar

Benar bahwa kurikulum itu dimaksudkan untuk memandu kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Tanpanya, kegiatan belajar mengajar di sekolah itu seolah sia-sia karena tanpa adanya pengawasan terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Fungsi kurikulum sebagai pemandu proses kegiatan belajar mengajar adalah hal yang mutlak.

Ini karena kurikulum itu berisi tentang segala bentuk kegiatan yang direncanakan untuk sekolah.

2. Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Terang saja, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak terlepas dari susuna kurikulum yang terbaik.

Rancangan kurikulum dibangun dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional.

Bila kurikulumnya baik, maka memungkinkan untuk terciptanya pendidikan yang berkualitas pula.

Begitu pula sebaliknya, bila kurikulumnya tidak baik, maka kualitas pendidikanpun akan turut menjadi sesuatu yang tidak baik.

Tujuan Kurikulum Pendidikan

Kurikulum juga tentunya dibangun dengan asas tujuan. Sebenarnya, apa yang menjadi tujuan akhir dari terciptanya kurikulum itu sendiri?

Tentu saja, tujuan dari diciptakannya kurikulum adalah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan secara lokal, lalu kemudian berdampak pada tujuan secara nasional.

Ini merupakan tujuan akhir dari kurikulum itu sendiri. Walau demikian, bukan berarti kurikulum itu serta merta tanpa pengawasan. Melainkan, kurikulum akan senantiasa dipertimbangkan untuk perbaikan di masa mendatang.

Kurikulum, dalam pembuatannya harus memperhatikan tentang perkembangan zaman, dimana ia berada. Ini menjadi salah satu hal pokok yang harus dilakukan dalam pengembangan kurikulum.

Jadi, secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan kurikulum pendidikan itu adalah untuk menciptakan kualitas pembelajaran yang baik dan terukur, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *