Kepribadian Guru PAI

kepribadian guru pai


Kepribadian Guru PAI – Guru itu bertugas mendidik. Mendidik itu tentu tidak hanya terbatas dengan apa yang ada dalam pembelajaran biasanya. Misalnya, guru tidak dapat dikatakan mendidik bila hanya terbatas pada mengajarnya di kelas saja, dan mengajarkan materi semata. Guru itu dikatakan mendidik bilamana ia memberikan pelajaran tentang apa yang dibutuhkan peserta didik mulai dari pengetahuannya, hingga kebiasaannya sehari-hari. Maksudnya adalah bahwa bahwa guru itu dikatakan mendidik tidak hanya terbatas pada materi pelajaran yang diajarkannya saja, melainkan lebih dari itu. Urusan peserta didik menjadi milik guru bilamana itu berbicara persoalan perkembangan dan pertumbuhan peserta didik. Guru, dirasa perlu untuk memperhatikan tentang kebiasaan buruk peserta didik, sikap sopan santun peserta didik, dan lain sebagainya yang tidak termasuk dalam materi pelajaran tertentu dalam suatu bidang pelajaran. Tak heran, bila kata “Guru” itu senantiasa disandingkan atau disamakan dengan “Pendidik”.


Pengertian Guru PAI

Bagian sebelumnya telah dijelaskan tentang makna guru itu sendiri. Oleh sebab itu, pada bagian ini merupakan bagian lanjutan dari makna guru itu sendiri yang telah dijelaskan sebelumnya. Guru PAI itu maksudnya adalah manusia yang mentransferkan ilmu kajian tentang pendidikan agama Islam kepada peserta didiknya dalam upaya mencerdaskan dan menciptakan manusia yang insan kamil. Manusia insan kamil sendiri maksudnya disini merupakan tujuan dari pendidikan agama Islam itu sendiri. Jadi, tujuan ini merupakan bagian yang sangat terfokus, dan cara untuk mencapainya hanya dengan menampilkan guru PAI dengan latar belakang yang sesuai.

Guru yang mengemban pelajaran PAI dengan latar belakang yang sesuai lebih diyakini sebagai guru PAI yang sesungguhnya.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapatlah dipahami bahwa guru PAI itu adalah orang yang mengemban tanggung jawab mengajarkan mata pelajaran agama Islam dalam lingkungan pendidikan atau lembaga sekolah pada jenjang tertentu.

Guru PAI merupakan Guru yang Wajib Ada

Mengapa demikian? Bila disimak tentang apa yang dijelaskan oleh Ramayulis dalam bukunya filsafat pendidikan Islam yang mengutip pendapat Imam Al-Ghazali yang mengatakan bahwa terdapat pendidikan Islam itu merupakan pendidikan yang wajib ada dan dipelajari. Kemudian Al-Ghazali juga mengungkapkan bahwa terdapat 2 kategori dalam hal pendidikan Islam, yaitu Ilmu yang Wajib dipelajari, dan ilmu yang Fardu Kifayah dipelajari. Pendidikan Agama Islam termasuk pada pendidikan yang wajib dipelajari, sedangkan yang lainnya merupakan fardu kifayah untuk dipelajari. Artinya, bilamana sebagian kelompok orang saja yang mempelajarinya, maka lepaslah kewajiban pada kelompok yang lain. Artinya, kelompok yang lain itu tidak mesti mempelajarinya secara mendalam. Begitu pentingnya pendidikan agama Islam dalam pribadi manusia itu sendiri.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapatlah disimpulkan bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam PAI merupakan bagian terpenting yang seharusnya ada pada tiap-tiap lembaga sekolah. Dengan ini, maka guru PAI itu sendiripun diperlukan kehadirannya dalam mengisi pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) ini.

Kepribadian Guru PAI

guru pai

Berbicara persoalan kepribadian, memanglah merupakan persoalan yang begitu luas. Kepribadian itu tentu berbeda-beda pada tiap-tiap orangnya. Ada manusia yang memang memiliki tipekal pemarah (Tempramental), ada juga manusia yang bertipe penyabar, bahkan ada pula manusia yang bertipe pendiam. Ini juga terjadi pada pribadi guru. Walau berstatus sebagai guru, terkadang ada juga yang masih memiliki sikap pendiam. Padahal, dewasa sudah tentu namun sikap semacam ini masih melekat pada dirinya. Namun, hal itu bukan menjadi sesuatu yang menghalang bila dapat mengkondisikannya.
Adapun beberapa kepribadian guru PAI dapat dilihat pada poin di bawah ini:
  1. Memiliki pribadi muslim yang sholeh dan sholehah;
  2. Penyabar;
  3. Pemaaf;
  4. Berbicara dengan lemah lembut.
Dengan menerapkan kepribadian di atas, maka diyakini guru PAI itu sendiri akan terbentuk wibawanya didepan para siswanya. Wibawa itu, tidak harus dengan cara kasar dan keras yang tentunya akan membuat peserat didik itu menjadi takut dan alhasil tujuan pembelajaran itu tidak akan tercapai.
Membentuk kepribadian guru PAI itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Melainkan hal ini merupakan hal yang cukup fleksibel. Dikatakan demikian, karena persoalan pribadi merupakan hak pada tiap-tiap manusia. Untuk itu, perlu pemahaman yang cukup dan aplikasi yang relefan terhadap apa yang dipahami. Dengan demikian, diharapkan akan mengalir perubahan pada kepribadian guru PAI itu seperti apa yang didambakan.

Melihat Ciri Kepribadian Guru PAI

Tidak hanya sebatas sikap dan prilaku, kepribadian guru PAI juga dapat dinilai dari ciri-cirinya dalam kesehariannya. Biasanya, pihak sekolah melakukan rekrutmen dengan cara memperhatikan pribadi calon guru PAI itu sendiri. Untuk mengetahuinya, ada banyak cara yang dapat dilakukan. Termasuk salah satunya yaitu dengan melihat ciri-cirinya. Dengan melihat ciri-ciri seseorang itu, maka secara umum kepribadiannya dapat disimpulkan. Ada beberapa ciri yang dapat dilihat untuk menentukan pribadi guru PAI, sebagi berikut:
  1. Menggunakan Peci bagi guru PAI laki-laki;
  2. Menggunakan jilbab syar’i bagi guru PAI perempuan;
  3. Tidak berambut panjang bagi laki-laki
  4. Memelihara jenggot (optional)
Optional maksudnya adalah pilihan. Terkadang, terdapat sebagian orang yang menganggap hal itu biasa, namun bagi sebagian orang lain menganggap hal itu merupakan hal yang perlu.dan melambangkan ciri Islam.
Paling tidak, keempat tanda di atas itu dapat juga dijadikan referensi untuk melihat sejauh mana kepribadian guru PAI. Adapun keempat poin di atas itu, dapat juga ditambahkan bagi masing-masing orang. Itu hanya beberapa hal umum yang dirasa cukup untuk menjadi rujukan dalam melihat kompetensi guru PAI
Kegagalan bukanlah akhir, tapi awal bagi kita yang mau berpikir.

2 komentar untuk “Kepribadian Guru PAI”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *