Hukum Bacaan Idgham Serta Pembagiannya

Hukum bacaan idgham merupakan salah satu kajian ilmu tajwid yang wajib untuk diketahui.

Ini merupakan bagian dari hukum tajwid yang lain seperti hukum bacaan ikhfa, hukum bacaan idzhar, iqlab, dan lain sebagainya.

Tetapi, pada hukum idgham, ada sedikit perbedaan diantaranya. Yaitu, dimana idgham ini, juga memiliki turunan yang akrab disebut dengan idgham bi gunaah, dan idgham bila gunnah.

Untuk selengkapnya, mari kita simak penjelasan berikut ini.


Defenisi Hukum Bacaan Idgham

Tidak jauh berbeda dengan defenisi hukum bacaan tajwid lainnya, idgham juga memiliki defenisi tersendiri.

Idgham, dapat diartikan sebagai “memasukkan”.

… Apa yang dimasukkan?

Disini terkadang kita kebingungan untuk mendefenisikan idgham.

Idgham bermakna memasukkan. Yaitu, memasukkan bunyi ـًــٍــٌ / نْ ke dalam salah satu huruf idgham yang ditemui.

Untuk itu, anda harus mengetahui tentang huruf-huruf apa saja yang ada pada idgham. Tetapi, sebelum mengetahui huruf idgham, anda perlu untuk mengetahui pembagian idgham terlebih dahulu.


Huruf Idgham

Huruf hijaiyah, terdiri atas 30 huruf. Walau ada yang mengatakan berbeda, tetapi yakinlah perbedaan yang ada tidak semestinya diperdebatkan karena tidak memiliki arti lain dari padanya.

Ada beberapa huruf dalam huruf hijaiyah, yang tergolong dengan huruf Idgham, antara lain yaitu:

ي و م ن ل ر

Huruf ini, merupakan gabungan huruf idgham secara keseluruhannya.

Huruf di atas, terbagi lagi menjadi huruf idgham berdengung dan tidak berdengung.

Untuk mengetahui hal itu, berikut ini akan di jelaskan tentang pembagian idgham serta huruf-hurufnya.


Pembagian Hukum Bacaan Idgham

Idgham itu terbagi menjadi 2 bagian, yaitu berdengung dan tidak berdengung.

Idgham bigunnah artinya yaitu idgham berdengung. Sedangkan idgham bila gunnah artinya idgham yang tidak berdengung.

Mari simak penjelasannya berikut ini.

Idgham Berdengung (Bigunnah)

Idgham bigunnah adalah idgham yang berdengung. Cara membacanya yaitu dengan meleburkan bunyi huruf ـًــٍــٌ / نْ ke dalam salah satu huruf idgham berdengung.

Hurufnya, tentu saja berbeda dengan huruf idgham tidak berdengung (bilagunnah).

Adapun huruf idgham bigunnah antara lain yaitu:

ي و م ن

Huruf di atas, merupakan huruf dari idgham berdengung.

Jadi, bila ada ditemui huruf ـًــٍــٌ / نْ bertemu dengan salah satu huruf di atas, maka termasuklah dia hukum bacaan idgham bigunnah (berdengung).

Contohnya:

وَمَنْ يَّفْعَلْ

Pada contoh di atas, terlihat bahwa huruf نْ bertemu dengan huruf ي.

Maka cara membacanya adalah dengan meleburkan bunyi huruf نْ, lalu kemudian membunyikan huruf i/ya ( ي )

Idgham Tidak Berdengung (Bila Gunnah)

Kebalikan dari idgham berdengung, idgham bila gunnah (tidak berdengung) merupakan idgham yang cara membacanya jelas dan tidak berdengung.

Hurufnya hanya ada 2, yaitu:

ل ر

Hanya ada dua huruf, yaitu “lam” dan “ro”

Artinya, bila huruf ـًــٍــٌ / نْ bertemu dengan salah satu huruf di atas, maka hukum bacaannya adalah idgham bila gunnah (tidak berdengung).

Contoh:

مَنْ لَّمْيَرَا

Pada contoh teks di atas, terlihat bahwa huruf نْ bertemu dengan huruf ل.

Maka cara membacanya adalah memasukkan bunyi نْ (nun mati) ke dalam huruf ل (lam), yakni membaca huruf نْ (nun mati), lalu kemudian membaca huruf ل (lam) tanpa berdengung.

Terapkan Untuk Anda


Setelah mempelajari tentang hukum bacaan idgham ini, maka selanjutnya adalah menerapkannya.

Terapkanlah saat anda membaca Alquran. Carilah huruf نْ, yang bertemu dengan huruf idgham. Kemudian terapkanlah sesuai apa yang dijelaskan di atas.

Saya menunggu tanggapan anda. Tuliskan sesuatu mengenai halaman ini, di dalam kolom komentar yang telah saya sediakan di akhir halaman ini.

Anda juga dapat bertanya tentang hal ini, melalui email resmi saya di:

admin@rezalubis.com

Terimakasih telah membuka halaman ini. Semoga dapat memberi manfaat. Jika ini berguna, silahkan bagikan melalui tombol di bawah.

4 pemikiran pada “Hukum Bacaan Idgham Serta Pembagiannya”

Tinggalkan komentar