Hadis Tentang Ikhlas Dalam Islam

Apakah anda sudah mengetahui hadis tentang ikhlas hari ini?

Banyak sekali hadis-hadis nabi yang tercatat hingga kini. Seperti hadis tentang Rukun Islam, Hadis Tentang Penciptaan Manusia, Hadis tentang amalan yang tertolak, dan lain sebagainya.

Untuk kesempatan kali ini, kita akan fokus kepada hadis tentang perbuatan ikhlas.

Tentang Sifat Ikhlas

Apasih sebenarnya yang dimaksud dengan ikhlas itu?

Ikhlas merupakan perbuatan yang terpuji. Memberi sesuatu kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan adalah contoh perbuatan ikhlas.

Setiap orang tentu saja berkeinginan untuk senantiasa dapat berbuat ikhlas setiap perilaku yang dilakukannya. Tetapi, tidak semua hal dapat diikhlaskan begitu saja.

Pada dasarnya, dalam hal ini para ulama berbeda pendapat. Tetapi, perbedaan itu hanya bersifat pemilihan kata saja, bukan mengantikan arti yang ada.

Mengenai pengertian hadis, ada yang berpendapat bahwa ikhlas yaitu memurnikan kepada tujuan.

Untuk mengetahui lebih lanjut, lihatlah contoh berikut ini:

Anda memiliki sebuah roti. Lalu, anda memberikannya kepada teman anda. Setelah memberikannya, anda tidak merasa kehilangan atau kekurangan akan roti yang diberikan itu.

Disinilah ikhlas itu bermain. Memberi tanpa adanya rasa dirugikan, adalah perilaku ikhlas.

Hadis Tentang Ikhlas

Sekarang, saatnya kita mengetahui hadis tentang ikhlas itu.

Mari kita simak hadis berikut ini:

اِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَا نَتْ هِجْرَ تُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْ لِهِ فَهِجْرَ تُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْ لِهِ، وَمَنْ كَا نَتْ هِجْرَتُهُ لِدُ نْيَا يُصِيْبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَنْكِحُمَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَاهَا جَرَ إِلَيْهِ

Artinya: Setiap perbuatan berganung pada niatnya. Dan setiap orang (pasti akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(H.R. Bukhari dan Muslim)

Hikmah Hadis

Ada beberapa poin yang dapat diambil dari hadis di atas. Adapun hal itu sebagai berikut:

  • Berniat tentunya semata-mata hanya untuk Allah saja.
  • Hasil dari setiap perbuatan, akan bergantung pada niat yang diutarakan.
  • Berpikir sebelum melakukan sesuatu yang didasari dengan niat yang baik.

Itulah pembahasan tentang hadis tentang ikhlas. Semoga dapat memberi manfaat. Terimakasih telah berkunjung, dan jangan lupa untuk memberikan komentar untuk tulisan ini.

Tinggalkan komentar