Google Classroom Untuk Siswa

Belakangan ini, banyak sekali digunakan Google classroom untuk siswa dan pembelajaran online mereka.

Mungkin bagi sebagian orang, sudah mengetahuinya. Tetapi banyak juga yang menanyakan hal ini kepada saya.

Oleh karenanya, bila anda beranggapan bahwa ini sesuatu yang perlu, maka lihatlah artikel ini hingga usai.

Perlukah Google Classroom Untuk Siswa?

Perlu atau tidaknya, ini sebenarnya bergantung pada banyak hal, termasuk alat yang dibutuhkan untuknya seperti koneksi internet, laptop/ komputer/ hp yang terkoneksi internet, materi yang dikemas.

Selain itu, kondisi juga menjadi faktor terpenting dalam penggunaan Google Classroom ini.

Bila sebuah lembaga berjalan dengan online, maka sistem pembelajaran menggunakan layanan ini tentu menarik dan diperlukan.

Namun, bila ini sebagai langkah inisiatif, maka perlu mengetahui banyak hal termasuk alat yang diperlukan dalam penggunaannya.

Mari kita beranggapan bahwa ini sesuatu yang perlu.

Mengapa? Mungkin di beberapa kondisi seperti adanya halangan untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka antara guru dan siswa.

Maka, layanan ini menjadi alternatif yang menarik untuk digunakan.

Karena, ini tentu lebih menguntungkan. Diuntungkan karena, seluruh kegiatan pembelajaran berbasis online ini, akan tersimpan dalam Cloud Google, dan itu gratis terbatas (hingga 16 Gb).

Bila anda pernah mendengar istilah Google Drive, maka itulah cloud mereka, dan seluruh aktivitas disini, akan tersimpan disana.

Ini jauh lebih menguntungkan karena pembelajaran itu akan terdokumen dengan baik.

Contoh Pembelajaran Google Classroom Untuk Siswa

Tentu saja, setiap pengguna berbeda dalam penggunaan alat yang satu ini.

Tetapi, sebagai pengantar, saya pikir anda perlu mengetahui tentang bagaimana sebenarnya alur dari penggunaan layanan ini.

Berikut ini, akan diulas secara singkat, sebagai contoh penggunaan Google Classroom untuk Siswa.

Contoh Kasus:
Suatu hari, kondisi lingkungan membuat siswa tidak dapat belajar dengan tatap muka bersama guru mereka yang dikarenakan suatu hal.

Jadi, sang guru memutuskan untuk membuka pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) dengan menggunakan layanan Google Classroom.

Kemudian, sang guru membuat kelas online, dan menentukan jadwal pembelajaran yang akan dilangsungkan.

Guru juga mengunggah materi ajar, yang dilangsungkan sesuai dengan jadwal.

Lantas, siswa masuk ke dalam kelas (yang sebelumnya diverifikasi oleh guru), dan mengikuti materi yang disajikan guru.

Lihatlah kondisi di atas. Ini menggambarkan bahwa sebenarnya tidak berbeda jauh dengan pembelajaran tatap muka yang biasa dilakukan.

Hanya saja, caranya yang sedikit berbeda.

Guru, tetap menjalankan kewajibannya yaitu mengajar, dan siswa mendapatkan hak-nya, yaitu belajar.

Ini adalah contoh kelas yang saya gunakan untuk mahasiswa.

contoh-google-classroom-untuk-siswa

Beberapa waktu sebelumnya, saya mengundang setiap peserta, untuk bergabung di kelas saya.

Itu membutuhkan sebuah email, dan saya mengumpulkannya.

mengumpulkan-email-google-clasroom-untuk-siswa

Akhirnya, mereka bisa masuk dan aktif berinteraksi di dalam kelas online ini.

Beginilah kondisi respon dari tiap mahasiswa dalam layanan ini.

google-classroom-untuk-siswa

Mereka bisa memanfaatkan kolom komentar, untuk mengirimkan tugas atau tanggapan mereka.

Sepintas, ini terlihat sangat sederhana bagi mereka. Tanpa membaca panduan, mungkin mereka bisa menggunakannya.

Selintas, kegiatan ini sangat mungkin dilakukan. Bahkan, beberapa perguruan tinggi tetap menggunakan layanan ini bila diperlukan.

Tetapi, bagaimana ini dapat dilakukan untuk tingkat TK?

Saya mempunyai pandangan yang sedikit berbeda. Lihatlah penjelasan selanjutnya.

Google Classroom Untuk Siswa TK

Anak TK tentu saja berbeda dengan anak siswa tingkat dasar, dan yang lebih tinggi lainnya.

Siswa TK identik dengan pembelajaran dengan bermain sambil belajar.

Itulah adanya.

Jadi, bagaimana mendesain pembelajaran menggunakan Google Classroom untuk siswa TK?

Tentu dibutuhkan beberapa modifikasi untuknya.

Sebagai alternatif, mungkin dapat menggunakan Video. Ini jauh lebih menarik.

Integrasi antara peserta didik dengan guru, tentu saja menjadi sesuatu yang penting dan perlu dirasakan oleh siswa.

Tetapi, ini jauh lebih membutuhkan waktu yang panjang. Disamping guru perlu menyusun video, dibutuhkan juga waktu untuk upload video itu.

Jadi, lupakan bila beranggapan ini sesuatu yang instan.

Dalam bagian ini, materi disajikan guru dalam bentuk video, agar dapat dirasakan langsung oleh siswa TK/PAUD.

Sebagai tambahan, dapat juga ditambahkan seperti siswa (yang dipandu orangtua) mengupload kegiatan belajar siswa di bagian komentar pada materi yang ada.

Waw. Bagaimana, menarik bukan?

Bila ini memungkinkan, maka hal ini dapat diterapkan di lembaga anda.

Saya sudah menuliskan panduan Google Classroom Untuk Guru. Lihatlah disana, sebagai panduan dalam menggunakannya.

Terimakasih telah membuka artikel ini. Kirimkan saran anda melalui kolom komentar.

2 komentar untuk “Google Classroom Untuk Siswa”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *