Defenisi Ranah Kognitif, Afektif dan Psikomotor

Kognitif, afektif dan psikomotor merupakan hal yang sering terdengar dalam lingkup pendidikan.

Bagaimana tidak, keseluruhannya ini merupakan bagian yang ada pada siswa (peserta didik).

Ketiga hal ini menjadi dimensi yang harus diukur guru dalam setiap pembelajaran yang dilakukannya.

Mengingat akan pentingnya untuk mengetahui ketiga hal ini, maka disini akan dibahas lebih mendalam tentangnya.

Mari kita mulai pembahasan ini.

Ranah Kognitif

Apa itu ranah kognitif?

Ranah ini merupakan ranah yang berorientasi pada kemampuan berpikir anak (peserta didik).1

Teori yang kuat untuk membahas persoalan kognitif ini adalah teori Bloom yang sering disebut sebagai Taksonomi Bloom.

Menurut Bloom yang dikutip dalam Mardianto mengungkapkan setidaknya ada 6 tingkatan dalam ranah kognitif ini, yaitu:

  1. Knowledge
  2. Comprehension
  3. Application
  4. Analysis
  5. Synthesis
  6. Evaluation

Tetapi, makna dari kognitif ini tidak semata-mata tepat.

Hal ini juga akan berkaitan dengan pengetahuan faktual disamping pengetahuan hafalan, atau untuk diingat rumus-rumus, batasan, defenisi, istilah, pasal-pasal dalam undang-undang, nama-nama tokoh, nama-nama kota, dan lain sebagainya.2

Umumnya, kognitif lebih mudah untuk dikenal dengan pengetahuan.

Banyak orang mendefenisikan seperti yang demikian itu.

Ini akan mempermudah untuk membedakan antara kognitif, afektif dan psikomotor.

Mengenai hal ini, Mardianto3 mengungkapkan bahwa terdapat beberapa tahapan atau tingkatan dalam ranah kognitif, yakni sebagai berikut:

Lv.TingkatanCakupan
1PengenalanMengidentifikasi, memilih, menyebutkan nama, membuat daftar.
2PemahamanMembedakan, menjelaskan, menyimpulkan, memperkirakan.
3PenerapanMenghitung, mengembangkan, mmenggunakan, memodifikasi.
4AnalisisMembuat diagram, membedakan, menghubungkan, menjabarkan.
5SintesisMenciptakan, mendesain, memformulasikan, membuat prediksi.
6EvaluasiMembuat kritik, membuat penilaian, membandingkan, membuat evaluasi.

Keseluruhan isi tabel di atas, merupakan hal yang menjelaskan tentang kemampuan yang dihasilkan dari ranah kognitif.

Hal itu lebih terlihat pada kolom bagian cakupan dalam tabel.

Beberapa contoh tindakan siswa dalam kelas seperti yang dijelaskan pada kolom cakupan itu, merupakan bagian dari kogntiif.

Bilamana seorang siswa (peserta didik) sudah melewati berbagai indikator di atas, maka terdapat perkembangan kognitif pada dirinya (siswa).

Umumnya, untuk menilai kemampuan kognitif siswa, seorang guru dapat menilai dari berbagai indikator di atas, seperti misalnya dalam ujian yang seperti bentuk tes pilihan berganda.

Tentu, disini peserta didik itu sudah mulai memilih.

Hal ini termasuk pada cakupan pengetahuan/pengenalan yang berada tabel di atas.

Jadi, secara umum dapatlah disimpulkan bahwa kognitif adalah kemampuan berpikir siswa.
1 Mardianto. Psikologi Pendidikan: Landasan Untuk Pengembangan Strategi Pembelajaran. Medan: Perdana Publishing. h.100.
2 Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya. h. 23.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *