Cara Guru Menyikapi Teman Sejawad Yang Nyinyir

Tidak dapat dipungkiri, bahwa bila menemukan masalah dalam lembaga, maka artikel tentang cara guru menyikapi teman sejawad yang nyinyir adalah kajian yang menarik.

Terkadang, ada beberapa hal yang mungkin terjadi di lembaga dimana kita sebagai guru mengajar. Dimana, teman sejawad ditemui “nyinyir” untuk urusan tanggung jawab.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan pertanyaan yang menanyakan bahwa bagaimana menyikapi teman sejawad yang nyinyir.

Saya Reza Lubis, mari ikuti penjelasan ini hingga usai.

Sikap Nyinyir

Memang setiap orang pernah melakukan ini. Nyinyir adalah kata yang ada di masyarakat, dan secara formalitas tidak ditemui arti kata dalam KBBI.

Tetapi, bagi adat dan istiadat, kata nyinyir ini dapat diartikan sebagai cerewet, dan terlalu banyak berkomentar untuk hasil karya yang dibuat atau dilakukan oleh orang lain, termasuk teman sejawadnya.

Agar dapat menyatukan persepsi tentang nyinyir ini, maka lihatlah kondisi di bawah ini:

Seorang guru A memberikan komentar terhadap teman guru B (Tidak langsung), dalam sebuah forum dan bermakna menyudutkan.

Guru A tersebut, mengutarakan hal itu dalam sebuah forum, baik itu diskusi, atau bahkan group Whatsapp.

Guru A mengatakan bahwa guru B tidak memiliki tanggung jawab terhadap pembelajaran yang dibebankan kepadanya, sehingga membuat kelas serasa ribut tak menentu.

Melihat keadaan di atas, dapat dipahami bahwa guru A memberikan argumen yang mengarah pada menyudutkan orang lain (teman sejawadnya) akan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Lantas, bagaimana langkah yang harus dilakukan bila menemui hal tersebut? Simak selengkapnya.

Cara Guru Menyikapi Teman Sejawad Yang Nyinyir

Memang tiap-tiap orang memiliki cara tertentu dalam melakukan ini. Walau mungkin ini berbeda, namun nampaknya dapat dijadikan landasan dalam memutuskan hal yang akan dilakukan.

Beberapa cara ini mungkin dapat diterapkan.

Inilah cara guru menyikapi teman sejawad yang nyinyir

Abaikan

Pengabaian adalah langkah awal yang baik untuk membalikkan minat bertugas dalam mengajar bagi seorang guru.

Hilangkanlah rasa dendam yang mendalam, karena ini justru dapat menjadi bumerang bagi guru.

Jangan sampai terganggu atau terusik dengan kondisi semacam ini. Hal ini biasa terjadi dalam lingkup dunia kerja.

Pastikan Melakukan Yang Benar

Bila orang lain nyinyir terhadap anda, karena anda melakukan sebuah kesalahan, itu adalah hal yang wajar dan harusnya anda memakluminya.

Jangan berlebih dalam hal ini. Cukup maklumi saja, dan instropeksi diri.

Namun bila anda merasa tindakan anda benar, maka tegakkanlah. Jangan sampai kekeliruan itu meraja lela ditengah anda, dan menutupi kebenaran yang dilakukan.

Asah dan Tonjolkan Kemampuan (Skill)

Ini adalah cara yang benar-benar terbukti. Lihatlah kembali diri pribadi anda, apa yang harus ditonjolkan.

Terkadang, orang akan nyinyir terhadap kita, dikarenakan suatu bidang yang mungkin kurang terlihat profesional.

Maka dari itu, anda perlu memperbaiki kualitas diri untuknya. Kemudian, tonjolkan.

Ini sangat positif. Dengan cara ini, dapat mengurangi kata-kata nyinyir yang mengganggu anda.

Bila yang dikritik adalah kemampuan anda dalam mengajar, maka tingkatkan dan pamerkan kepada mereka bahwa apa yang anda lakukan itu benar.

Itu jauh lebih baik untuk mengatasinya.

Beberapa cara di atas, mungkin dapat diterapkan atau dapat dijadikan referensi bilamana menemui sikap nyinyir dari teman sejawad.

Pada dasarnya, hal ini dinilai lumrah, dan baik bagi perkembangan diri. Karena, sikap nyinyir ini bila dipandang positif, akan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk menginstropeksi diri.

Bila melawan dengan kelakuan yang serupa, lantas apa bedanya anda dengan dirinya?

Kuatkanlah rasa percaya diri. Lakukan instropeksi diri, dan pamerkan kualitas diri.

Sementara ini, tiga poin itu adalah pilihan yang terbaik untuk cara guru menyikapi teman sejawad yang nyinyir.

Tinggalkan komentar