Supervisor KKN STAI UISU Pematangsiantar 2025 di Nagori Rabuhit

Mengunjungi mahasiswa KKN di Nagori Rabuhit, Kabupaten Simalungun. Lihat selengkapnya di artikel ini.
Reza Noprial Lubis
KKN STAI UISU Nagori Rabuhit Simalungun

Rabuhit, 20 Februari 2025 - Kemarin, saya menerima tugas baru, yakni menjadi supervisor mahasiswa KKN di Nagori Rabuhit, Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Sebuah pengalaman yang tentu berbeda dari rutinitas akademik di kampus.

Saat pertama kali mendengar lokasi penugasan, saya langsung mencari tahu lebih dalam tentang Nagori Rabuhit. Sebuah desa yang kaya akan nilai budaya, masyarakatnya masih menjunjung tinggi gotong royong, dan tentu saja, memiliki berbagai potensi yang bisa dikembangkan bersama mahasiswa KKN.

Pagi itu, saya bersiap menuju Nagori Rabuhit. Perjalanan cukup panjang, tetapi udara segar dan pemandangan hijau di sepanjang jalan membuat perjalanan terasa menyenangkan (meski pemandangan hijau Sawit). Memasuki desa, suasana khas perkampungan dengan rumah-rumah sederhana dan hamparan kebun sawit mulai menyapa.

Perjalanan ke Nagori Rabuhit Simalungun

Di Kantor Pangulu, saya bertemu dengan Pangulu dan perangkat lainnya. Sambutan mereka hangat, penuh antusiasme. Kami berdiskusi singkat tentang kondisi desa dan harapan mereka terhadap mahasiswa KKN selanjutnya. "Kami berharap mahasiswa bisa terus hadir mengabdi & membantu mengembangkan potensi desa," ujar pangulu dengan nada penuh harapan.

Setelah bertemu dengan perangkat desa, saya lanjut menemui mahasiswa yang sedang melangsungkan program KKN. Mereka tampak semangat lingkungan baru. Saya mengajak mereka untuk duduk santai, berbagi cerita, serta memberikan pandangan & masukan terhadap program kerja yang telah mereka laksanakan.

"Kita tidak hanya hadir untuk mengabdi, tetapi juga belajar dari masyarakat," kata saya, mencoba memotivasi mereka. Saya ingin mahasiswa benar-benar memahami bahwa KKN bukan sekadar tugas akademik, tetapi juga pengalaman hidup yang bisa membentuk karakter dan wawasan mereka. Meski ini adalah hari terakhir mereka ber-KKN, pengalaman mereka selama berada dilingkungan masyarakat dapat dijadikan modal untuk bermasyarakat di hari kemudian.

Supervisor KKN STAI UISU 2025

Sebagai supervisor, saya tidak hanya mengawasi, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pembelajaran ini. Saya menyaksikan bagaimana mahasiswa berkembang, belajar berinteraksi dengan masyarakat, dan menghadapi tantangan di lapangan.

Saya berharap program ini bisa memberikan dampak positif bagi Nagori Rabuhit, sekecil apa pun itu. Dan bagi mahasiswa, semoga pengalaman ini menjadi pelajaran berharga yang akan mereka kenang sepanjang hidup.

KKN bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga perjalanan menemukan makna pembelajaran di luar ruang kelas.

Reza Noprial Lubis
Seorang praktisi pendidikan Islam yang aktif sebagai dosen. Kadang ceramah, kadang menulis, kadang meneliti. Tetapi paling sering BERIMAJINASI.
Comments